3 Pelaku Diduga Pembuat Resume Bodong Desa Conggeang Kulon, Belum Tersentuh Hukum

Sumedang l Jejakkasus.info – Menyikapi berita heboh di kalangan masyarakat atas resume bodong alias fiktif pembebasan lahan untuk jalan tol Cisumdawu, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Dy dari Lembaga Pemantau Independen TIPIKOR Kabupaten Sumedang, angkat bicara.

Dy mengatakan, 3 orang perangkat desa Conggeang Kulon, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, diduga telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

“Ketiga pelaku tersebut, bernama Saepudin SE, Lia Yuliani, dan Memed Samsuri. Ketiga pelaku ini menduduki jabatan penting di Desa Conggeang Kulon, Kecamatan Conggeang. Ketiga perangkat desa ini, telah berani melakukan pemalsuan data dengan cara memanipulasi data administrasi dengan merubah dokumen Tanah Kas Desa (TKD) yang absah,” kata Dy, Minggu (9/10/2022) di Sumedang.

Lahan tersebut, kata Dy, terletak di Blok Lega, SPPT. NO. 32.13.130.010.017.0057. Atas Nama Sartani Bin Ismail. No. 057./Conggeang Kulon. RESUME ATAS NAMA SITI HAMZAH. NOMOR BIDANG.349. Yang telah dirubah menjadi RESUME ATAS NAMA TATANG SUPRIATNA SE. Resume atas nama TATANG SUPRIATNA tersebut adalah FIKTIF.

Hal ini telah di akui oleh ke tiga pelaku tersebut.

“Ketiga pelaku inipun, telah mengakui perbuatannya yang dituangkan secara tertulis di atas kertas yang dibubuhi tanda tangan di atas materai,” kata Dy.

Dari resume bodong alias fiktif ini, para pelaku telah menikmati uang sebesar Rp130 juta dari Tatang.

“Terbitnya resume bodong ini, diduga ada campur tangan oknum BPN. Kinerja BPN perlu diawasi, Dengan dasar apa BPN bisa mengeluarkan Resume atas nama TATANG SUPRIATNA itu, yang mana sebelumnya Resume itu atas nama SITI HAMZAH,” kata Dy.

Menurut Dy, dengan adanya pengakuan dari ketiga orang perangkat Desa Conggeang Kulon tersebut, yang mana mereka telah mengakui bahwa, perbuatan mereka itu telah melanggar hukum, diharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH), segera menindaklanjuti masalah ini.

“Hal ini, sudah sangat jelas dan terang benderang. Diharapkan kepada penegak hukum agar dapat juga membongkar siapa pelaku mafia tanah di tubuh BPN Sumedang, hingga terbit resume bodong itu,” kata Dy. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *