93 Kios Resmi Ikuti Sosialisasi Tertib Administrasi Dan Penandatanganan SPJB 2019.

by -1,004 views

Jejakkasus.info | Setidak 93 pemilik kios resmi pengecer pupuk bersubsidi PT Petrokimia Gresik (PG) mengikuti sosialisasi tertib administrasi dan penandatanganan SPJB di Hotel Kula Vew Pantai Panjang Bengkulu sabtu 12 januari 2019.

Kegiatan dengan mengambil tema temu kios resmi, sosialisasi tertib administrasi, penandatanganan SPJB 2019 dan produk pengembangan PT Petro Kimia Gresik tersebut, dihadir oleh staf perwakilan daerah penjualan SPDP PT Petrokimia Gresik Rohandi Fadillah untuk Bengkulu, GM PT Pertanian Cabang Bengkulu Aji Kusumawardana Arif SP Dan Pimpinan PT PPI Sili Mayuni.

Giat sosialisasi diikuti oleh pemilik kios resmi yang datang dari enam Kabupaten, yaitu Bengkulu Tengah, Muko Muko, Kepahyang, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.

Penandatanganan SPJB antara pengecer resmi dengan Distributor dilakukan secara simbolis, dengan diwakili satu perwakilan pengecer disetip Distributor baik dari PT. Pertani maupun PT. PPI.

Dengan adanya sosilisasi serta penandatanganan surat perjanjian jual beli ini diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi ditahun 2019 dapat lebih baik lagi, “pendistribusian pupuk bersubsidi PT. Petro Kimia Gresik yang bawah naungan PT. Pertani cabang bengkulu ditahun 2018 terialisasi 100%,” kata Aji Kusumawardana.

Hal yang sama juga disampaikan Sili Mayuni GM PT PPI, bahwa Penanda tanganan SPJB langkah awal secara administrasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi, “setelah dilakukan SPJB ini kami berharap agar kios pengecer dapat lebih disiplin dalam mendistribusikan pupuk kepada masyarakat, selain itu, untuk memanilisir terjadinya permasalahan, penyaluran pupuk harus disesuaikan dengan RDKK dan wilayah pendistribusian”. Jelasnya.

Dikataknaya lebih lanjut, ditahun 2018 lalu pendistribusian pupuk bersubsidi oleh PT PPI memenuhi pencapaian 100 %, dan diharapkan tahun 2019 ini administrasi penyaluran pupuk oleh pengecer dapat lebih baik lagi, ujarnya berharap.

Sementara SPDP PT Petrokimia Gresik wilayah Propinsi Bengkulu, Rohandi Fadilah dalam kesempatan itu mengatakan, surat perjanjian jual beli SPJB merupakan langkah awal mikanisme secara administrasi yang harus dilakukan antara Distributor dengan pengecer untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi.

“Pupuk Subsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah, sehingga Distributor maupun pengecer dituntut untuk tertib administrasi, salah satu bentuk tertib administrasi tersebut ialah penandatanganan SPJB ini,” jelas orang yang mempunyai hoby main bola kaki ini.

Sebagai produsen pupuk milik Negara PT Petrokimia Gresik diberi tugas untuk menyalurkan empat macam jenis pupuk yaitu, ZA, SP-36 NPK Phonska dan Petroganik, “saat ini ketersediaan stok pupuk untuk musim tanam awal januari mencapai 14.000 ton, dan jumlah tersebut dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan musim tanam petani dibulan januari 2019 ini,” ungkapnya.

Masih menurut Rohandi, berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Permentan Nomor. 47 tahun 2018, alokasi pupuk bersubsidi untuk Propinsi Bengkulu sebanyak 42. 307 ton, sedangkan ditahun 2018 lalu jumlahnya mencapai 44.460 ton, jadi terjadi pengurangan 2.153 ton, sementara kebutuhan pupuk masyarakat Propinsi Bengkulu saat ini mencapai 70 ribu ton lebih,” untuk mengatasi perubahan angaka serta minimnya jumlah alokasi itu adalah tugas kita bersama untuk mencari solusinya,” pungkas Rohandi. (Iwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *