SURABAYA | Walikota Surabaya Eri Cahyadi beberapa waktu lalu menghadiri Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-36 (XXXVI) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya, Jawa Timur yang pembukaannya diadakan di Gedung At Tauhid.
Dalam sambutannya, terkait konteks politik, Walikota kelahiran Surabaya 27 Mei 1977 itu mengajak para muda agar tak menjauhi politik, akan tetapi mengubahnya menjadi alat perjuangan sosial. Dengan kata lain agar tidak alergi terhadap politik, namun justru harus turun ke dalam kancah politik, ubahlah politik. Agar politik menjadi alat perjuangan untuk kemaslahatan umum.
Eri Cahyadi juga menyampaikan bahwa Surabaya tidak membutuhkan figur pemimpin tunggal yang heroik, tetapi membutuhkan gerakan kolektif anak muda yang memiliki spirit gotong royong, iman, akhlak, dan kecakapan.
Dalam bagian lain sambutannya, Walikota Surabaya itu memberikan tantangan dan ‘peluang’ untuk IMM se-Surabaya yang merupakan ‘kompilasi’ yang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia, lebih-lebih dari berbagai daerah se-Jawa Timur.
Dikatakan Eri Cahyadi bahwa perubahan besar dalam sejarah (hampir) selalu lahir dari keberanian dan gerakan anak muda, termasuk generasi muda Islam.
Selain menegaskan peran pemuda dari sejarah Islam, tokoh yang dua periode menjadi Walikota Surabaya berpasangan dengan Wakil Walikota Armuji / Cak Ji (kelahiran 8 Juni 1965 / tanggal lahir yang sama dengan Presiden Ke-2 RI Soeharto: 8 Juni, red.) itu juga merefleksikan peristiwa Rengasdengklok yang menjadi tonggak penting lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Tidak akan pernah ada Proklamasi Kemerdekaan (17 Agustus 1945) tanpa peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok diantaranya adalah permintaan generasi muda agar segera Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ditegaskan Eri Cahyadi, perubahan besar dimulai oleh pemuda. Untuk itu Eri Cahyadi juga berharap Musycab ke-36 PC IMM Kota Surabaya bisa melahirkan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umat dan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pada kesempatan itu sekaligus ditegaskan Eri Cahyadi bahwa meskipun para kader IMM (di kampus-kampus se – Surabaya) berasal dari berbagai daerah, ketika telah berpijak di Surabaya, maka Kota Surabaya harus menjadi ruang pengabdian bersama.
Hal tersebut mengundang reaksi positif dari berbagai kalangan IMM di seluruh Kota Surabaya, diantaranya dari Ahmad Dzaki Akmal Yuda ketua Umum IMM Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim / UPNVJT). UPN Veteran Jatim yang lahir 5 Juli 1959 (akan HUT Ke-67 pada 5 Juli 2026) merupakan salah satu PTN terbaik.
Menurut Ahmad Dzaki Akmal Yuda bahwa yang disampaikan Walikota Surabaya Eri Cahyadi itu menunjukkan kepedulian terhadap generasi muda yang di IMM se-Surabaya yang berasal dari berbagai daerah se-Jatim. Sekaligus menunjukkan bahwa Eri Cahyadi sebagai pemimpin yang bijaksana, lebih-lebih ketika meminta IMM untuk turut menggerakkan dan mengawal program-program Walikota Surabaya yang diturunkan ke masyarakat termasuk program: tiap RW mendapatkan anggaran masing-masing Rp.5 juta per bulan.
Namun Ahmad Dzaki Akmal Yuda juga berharap Walikota Surabaya itu, turut memfasilitasi termasuk memberi bantuan-bantuan untuk mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus dalam wilayah pemerintah daerah itu meskipun berasal dari luar daerah. Termasuk kemudahan komunikasi, kemudahan memberikan masukan-masukan dan ide-ide yang diantaranya penting untuk ditindak-lanjuti menjadi program yang nyata dan bukan berhenti pada masukan-masukan. Dengan kemanfaatan bersama.
Dikatakannya, yang tak kalah penting adalah para ‘IMM-er’ juga perlu mendapatkan bimbingan yang efektif termasuk kemungkinan dilatih untuk terjun ke dunia bisnis sekaligus akses permodalan, agar bisa turut menggerakkan ekonomi Surabaya dan sekitar di tengah-tengah situasi ekonomi global yang menurun dan kian banyaknya konflik antar negara.
“Meskipun dari berbagai daerah, dengan kebijakan Walikota Eri Cahyadi, perlu juga para IMM diberi pelatihan bisnis riil sekaligus akses permodalan agar bisa turut menggerakkan ekonomi Surabaya dan sekitar, dalam situasi global yang mencemaskan seperti saat ini,” ungkap Ahmad Dzaki Akmal Yuda ketua Umum IMM UPN Veteran Jatim yang kelahiran 4 Juni 2004 yang pernah menjadi bagian klub sepakbola Persebaya Liga 1 Elite Pro Academy (EPA) Juara 3 nasional bersama Marselino Ferdinan.
“Kabarnya, kurangnya dukungan Pemerintah-Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membiayai dan membimbing generasi muda untuk belajar bisnis merupakan tantangan serius yang menghambat peningkatan rasio kewirausahaan di Indonesia,” tambah Ahmad Dzaki Akmal Yuda mahasiswa Agrotek semester 5 UPN Veteran Jatim yang pada akhir tahun 2024 lalu, sempat meraih Juara IV Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dalam Agriculture Competition (AGTION). Dengan Juara 1 Universitas Brawijaya / UB (Unibraw) Malang; Juara 2 Universitas Trunojoyo Madura; Juara 3 Universitas Sumatera Utara (USU). Kemudian peringkat ke-4 UPN Veteran Jatim dengan tim terdiri dari Ahmad Dzaki Akmal Yuda bersama Christian Marcelino Hutagalung dan Akalili Syarafina Ghadati dengan pembimbing Fadila Suryandika STP, MSc. Dengan karya tulis berjudul “Pendekatan Holistik terhadap Pertanian Berkelanjutan: Pengaruh Sinergis Ketahanan Pangan, Kelestarian Lingkungan, dan Keseimbangan Ekonomi”.
Hal sederhana misal bisnis warkop yang bisa dikelola sejumlah mahasiswa secara bersama atau timnya, dimana dari warkop bisa sekaligus memungkinkan menjadi basecamp dan pengembangan usaha ekonomi lainnya termasuk ekonomi kreatif.
Ada target nasional untuk meningkatkan rasio kewirausahaan (3,95%), realisasinya sering terkendala di tingkat daerah. Di sisi lain saat ini banyak mahasiswa yang membutuhkan pengalaman bisnis tapi kekurangan sarana prasarana dan akses riil yang ditopang pemerintahan lebih-lebih pemda-pemda, juga BUMN / BUMD, swasta, CSR-CSR, maupun Perguruan Tinggi itu sendiri.
“Bentuk lain yang perlu kebijakan Walikota Surabaya ataupun kota-kota besar lain, perlu membangun mess yang bisa disewa dengan murah oleh mahasiswa dari manapun, sekaligus mess diawasi dengan standar kamtibmas yang memadai. Sistem pengelolaannya juga bisa melibatkan mahasiswa secara bergiliran namun tetap ada sentral manejemen yang mengelolanya,” tandas Ahmad Dzaki Akmal Yuda ketum IMM UPN Jatim yang mahasiswa Agrotek semester 5 yang nilai IPK reratanya sekitar 3,84 atau hampir 4, yang ke depan berharap bisa mendapatkan beasiswa S2 – S3 sehubungan pertanian ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).
