Aktivitas Tambang Pasir di Kabupaten Kuningan, Disoroti Berbagai Kalangan

by -135 views

Jejakkasus.info | Kuningan – Kegiatan penambangan pasir di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, belakangan ini mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Salah seorang Kepala Desa di wilayah timur Kabupaten Kuningan, Wahidin saat ditemui Jejak Kasus di ruangan kerjanya, Kamis (26/3/2020) pagi, mengemukakan ada beberapa hal negatif yang dirasakan pihaknya, dampak dari adanya penambangan pasir.”Kendaraan dumtruck yang mengirimkan pasir ke wilayah timur Kabupaten Kuningan, ada yang tidak menggunakan penutup terpal, sehingga menyebabkan polusi udara bagi masyarakat,” ucap Kepala Desa Cimahi Wahidin.

Wahidin juga menyebut, kendaraan dumtruck, dengan bobot berat membawa material pasir, dapat juga mempercepat terjadinya kerusakan kondisi jalan.”Kami mohon kendaraan dumtruck yang tidak menggunakan penutup terpal dan angkutannya melebihi kapasitas dilakukan penindakan,” harap pria yang saat ini dipercaya sebagai Ketua DPK, Asosiasi Perangkat Desa (Apdesi) Kecamatan Cimahi.

Dia secara jujur melihat, keberadaan penambangan pasir mempunyai sisi manfaat besar juga bagi masyarakat.”Membangun rumah, jalan, jembatan dan sarana-sarana umum lainnya tidak mungkin bisa terwujud tanpa ada komponen material pasir, batu, urugan dan lain sebagainya,” kata Wahidin memberi contoh.

Sehubungan hal tersebut pihaknya menyampaikan masukan terhadap pemerintah agar terus menjaga dan melindungi kegiatan-kegiatan penambangan pasir yang sudah legal.”Tambang pasir yang legal mengantongi izin dan memenuhi ketentuan pemerintah harus terus berjalan karena menyangkut kebutuhan orang banyak,” tegasnya.

Namun begitu, Dia meminta dengan tegas para pengusaha pasir sebagai pelaku penambangan harus memiliki komitmen dan bertanggung jawab terhadap segala dampak buruk disebabkan galian pasir ini.

Hal senada disampaikan juga oleh Kepala Desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana, Asep Bambang.”Warga kami dan juga pihak pemerintah desa, menjadi pengguna dari komponen material pasir dalam melakukan pembangunan,” terang salah satu pengurus Apdesi Kabupaten Kuningan ini.

Untuk itu pihaknya tetap berharap keberadaan aktivitas penambangan pasir dapat terus dilakukan para pengusaha dengan catatan selalu memperhatikan ketentuan yang ada dan bertanggung jawab terhadap akibat buruknya.

Secara terpisah, Ketua Forum Penggiat dan Pemerhati Lingkungan Sosial ( KOMPAS ) Kabupaten Kuningan, Amung Haryanto menimpali, aktivitas penambangan pasir didalamnya tentu ada peran pemerintah, pelaku usaha dan warga masyarakat. Amung menekankan, pemerintah harus terjun langsung melakukan pengawasan dan evaluasi dari mulai pelaksanaan hingga pasca penambangan.

“Pengusaha pasir harus menjalankan setiap tahapan, mengikuti prosedur ketentuan pemerintah sehingga tidak melaksanakan penambangan ini secara liar, perlu menjaga keberimbangan lingkungan,” pungkasnya. (Nacep Suryaman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *