Aktivitas Tambang Timah di Gelam Diduga Benar-Benar Kebal Hukum

Koba l Jejakkasus.info – Aktivitas Tambang Timah di Merbuk Kenari Pungguk Gelam Belakang pasar modern koba kecamatan Koba kabupaten Bangka Tengah provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Dari pantauan Awak media Rabu (05/01/2021) pukul 10.04 Wib terlihat 8 -6 mesin TI Gerbok lagi beraktivitas di dekat tiang sutet di Gelam eks IUP PT.kobatin masuk area Wilayah percadangan Negara (WPN) penambang seolah-olah kebal hukum .

Konfirmasi ke salah satu warga mengatakan”yang kordinir tambang di Gelem pak IS ucapnya.

Padahal di lokasi tambang ada papan himbauan dari Polsek koba di Himbau agar tidak melakukan aktivitas pertambangan Tampa izin Melanggar Undang-undang No.03 Tahun 2020 pasal 150 Jo pasal 35 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara, ancaman 5 tahun penjara denda Rp 100.000.000.000; (seratus Miliar Rupiah).

Melanggar Undang-undang No.03 Th 2020 Pasal 158 Jo Pasal 35 Tentang Perubahan atas Undang-undang No 04 Th 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, ancaman 5 thn penjara denda Rp.
100.000.000.000; (Seratus Milyar rupiah).

Padahal sebelumnya bulan lalu, Kamis (18/11/2021) udah ditertibkan oleh Tim Gabungan Polres Bangka Tengah dan Satpol PP Bangka Tengah tapi tetap saja tidak jera.

Dilansir dari berita sebelumnya, Penambang Timah Ilegal Marbuk, Kenari, dan Punguk Main Kucing-kucingan dengan APH

Video Kegiatan

“Mereka bisa dijerat dengan UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 158”.

“Setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.OOO.000.000,00 (seratus miliar rupiah)”.

Kemudian, barang siapa yang membuang limbah sembarangan hasil dari pertambangan juga dijerat dengan UU PPLH Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 104.

Dengan adanya aktivitas tambang Timah Ilegal beroperasi lagi di dekat dari tiang sutet di Gelem eks IUP PT.kobatin masuk area Wilayah Pecandangan Negara (WPN) Marbuk, Kenari dan Pungguk meminta APH untuk menindak tegas para penambang Timah ilegal dan penampung bijih timah ilegal.

(Tim Sembilan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *