Anggota DPRD Komisi II Syamsul Bahri, Siap Memperjuangkan Penanggulangan Banjir di Jatipiring 

oleh -1311 Dilihat

Cirebon l Jejakkasus.info – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jabar VIII H. Syamsul Bahri, SH, MBA melaksanakan reses ke III Masa sidang Th 2021-2022. Acara di selenggarakan di Desa Jati Piring Kec. Karang Wareng, Kab. Cirebon- Jabar, Rabu (6/7/2022).

Mengawali pembukaan dalam pidatonya H. Syamsul Bahri, SH, MBA, yang akrab di sapa Syamsul mengatakan,” Pekik Merdeka, bukan berarti anti Islam, takbir Allahu Akbar juga bukan berarti anti nasionalisme, karena keduanya adalah merupakan penyemangat perjuangan dalam merebut kemerdekaan RI,” tuturnya.

Dalam acara tersebut Syamsul menyoroti dua hal terkait dengan fungsinya sebagai anggota DPRD dan fungsinya sebagai anggota Komisi II.

Terkait sebagai anggota DPRD, pihaknya wajib mengajak warga di dapilnya, agar tetap setia kepada idiologi Pancasila, sebab pancasila adalah merupakan bintang penuntun bagi kehidupan berbangsa dan menjadi landasan yang sangat fundamental yang dapat mempersatukan semua elemen dalam kehidupan Bangsa.

Lebih lanjut Syamsul mengatakan, sebagi anggota komisi II yang membidangi masalah ekonomi, menurutnya, ekonomi yang sangat fundamental adalah ekonomi yang bersumber dari hasil pertanian, sebab pertanian adalah merupakan penghasil pangan yang menjadi kebutuhan dasar hidup, yang tentunya secara konsisten harus di perjuangkan.

” Saya berharap petani jangan hanya menjadi obyek politik, tapi menjadi subyek politik yang akan membawa kepada kesejahteraan” tuturnya.

” Apa lagi lahan pertanian di Kab. Cirebon bisa menghasilkan 700.000 ton, dan lahan tersebut di garap oleh pemilik yang betul betul pemilik lahan, sedangkan lahan di Indramayu dapat menghasilkan1.300.000 ton, namun 90% nya di garap oleh petani penggarap bukan pemilik lahan, dan saat panen tidak bisa menyimpan gabah, karena di tuntut untuk membayar sewa lahan, sehingga para petaninya terpaksa menjual hasil panen dengan harga yang sangat rendah, yang tentunya sangat merugikan para petaninya, ” tutur Syamsul.

Memasuki sesi tanya jawab, Syamsul banyak di harapkan oleh warga terkait dengan persoalan banjir yang sering kali melanda Desa Jatipiring.

Kuwu Desa Jatipiring Kusnadi sebagai presentase suara dari masyarakat berharap agar persoalan banjir di desanya segera dapat di atasi, mengingat di musim pengjujan warganya selalu terdampak banjir.

” Mudah-mudahan dengan adanya anggota dewan yang datang ke desa Jatipiring dapat membawa berkah yang dapat membantu penyelesaian persoalan banjir yang sering kali melanda desa kita, “tutur Kusnadi.

Menurut Kusnadi, pihaknya telah banyak mengajukan program terkait permasalahan yang ada di desanya namun belum ada yang terealisasi, sehingga pihaknya berharap kepada dewan Provinsi, agar persoalan usulan penanganan banjir bisa segera di usulkan kepada pemerintah dengan secepatnya, agar di musim penghujan warganya bisa hidup nyaman.

” Warga kami sudah sangat trauma karena setiap musim penghujan selalu di hantui oleh datangnya banjir, ” tuturnya

Di lain pihak warga bernama Karno berharap agar rencana pembangunan waduk yang sudah ramai di YouTube agar dapat diusulkan kepada pemerintah, sehingga dapat segera dapat terealisasi.

” Jangan hanya rame di You Tube nya saja tanpa ada realisasi, untuk itu saya mengusulkan kepada Pak Dewan agar Pemerintah segera merealisasikan , ” kata Karno.

Menanggapi usulan tersebut anggota Komisi II yang membidangi masalah ekonomi mengatakan, agar Kuwu Desa Jatipiring dan warga membuat satu rumusan berupa proposal yang di usulkan kepada Pemerintah Daerah melalui Balitbangda yang di teruskan kepada Bupati agar penanganan banjir menjadi program prioritas, sehingga bisa masuk ke Balitbangda Provinsi yang kemudian pihaknya akan membawa ke rapat paripurna DPRD Provinsi agar bisa di usulkan menjadi program prioritas.

” Jadi Prosedurnya harus di tempuh kemudian jika proposal sampai di DPRD Provinsi, maka saya akan memperjuamgkan di paripurna DPRD yang tentunya penganggarannya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada.

” Dan jika wilayah program tersebut milik pusat, maka akan di usulkan di teruskan kepada kementrian terkait, “pungkasnya.

Caswila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.