Aritana Lahagu Memohon Adanya Kepastian Hukum Terkait Laporannya.

oleh -33 views

Jejakkasus.info l Nias

Gunung Sitoli
Ketua Ormas Gerakan Bela Negara Nasional (GBNN) DPC Kota Gunungsitoli, Siswanto Laoli memberikan dorongan kepada penyidik kepolisian resor Nias untuk menindaklanjuti proses hukum terhadap kasus penganiayaan dengan laporan polisi nomor: STPLP/264/X/2021/NS agar supaya mendapat kepastian hukum.

“Bukan mengintervensi langkah penyidik dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap laporan korban pengancaman dimaksud. Akan tetapi, kita sebagai kontrol sosial mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan penyidik yang memiliki kepiawaian khusus dalam mengungkap kasus tersebut” ujar Siswanto.

Ditambahkannya lagi, bahwa berdasarkan pengakuan korban pengancaman (pelapor) kepada kita saat mendatangi Sekretariat Ormas GBNN di Gunungsitoli, hingga saat ini koban trauma terhadap ancaman pelaku, sehingga ada sebuah kekhawatiran bila pelaku yang telah dilaporkan korban, kita duga tidak tertutup kemungkinan terjadinya hal-hal lain diluar dugaan. Sehingga kita berharap agar kasus yang dilaporkan korban dapat segera dituntaskan, bila telah memenuhi unsur bukti yang cukup, supaya segera ditahan.

“Kita menilai bahwa terlapor yang telah dipanggil oleh penyidik Polres Nias dua kali untuk diminta keterangannya, tidak di hargai untuk memenuhi undangan kepentingan penyelidikan. Kita mengetahui informasi ini dari korban sendiri yang telah berkoordinasi dengan penyidik” katanya.

Sementara, korban pengancaman Aritana Lahagu kepada wartawan di Gunungsitoli (22/10), berharap agar kiranya penegak hukum dapat secepat mungkin mengungkap kasus dilaporkannya.

saya berharap supaya kasus yang telah saya laporkan ini ada kepastian hukum secepatnya, agar saya dan keluarga saya lega dari rasa trauma yang selama ini terjadi Sehingga kami sekeluarga dapat melakukan aktifitas sepeti biasa kata Aritana.

Aritana mengakui bahwa sejak laporannya diterima, polisi telah memanggil terlapor sebanyak dua kali dan terlapor tidak hadir, dan terakhir ini saya mendapat pemberitahuan bahwa telah dimulainya penyidikan dengan terbitnya SP2D.

Terduga pelaku/terlapor (FL) yang dikonfirmasi wartawan via selular mengakui tidak dapat menghadiri undangan penyidik karena sedang sakit dan tidak ada transportasi kendaraannya untuk datang ke Polres.

Selain itu saya juga dan istri saya sedang sakit” ujarnya kepada wartawan (22/10).

Kapolres Nias melalui Paur Subbag Humas Polres Nias, AIPTU Yadsen Hulu, saat dikonfirmasi wartawan via whatsaap (22/10), tentang perkembangan kasus tersebut, telah naik ke tahap penyidikan.

“Kasus tersebut telah naik ke Tahap Penyidikan, Tersangka sudah dipanggil dan tidak mau hadir dan rencana tindak lanjutin untuk dipanggil kembali tersangkanya” tandas Yadsen (TMZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.