Asper KBKPH Sukamade di Duga Telah Melakukan Pelanggaran

by -653 views

Banyuwangi | Jejakkasus.info – Gundulnya lahan hutan milik Perhutani di kawasan BKPH Pesanggaran menjadi sebuah polemik yang berujung pada dugaan intimidasi terhadap salah seorang warga Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran

Hal ini berawal ketika Tim Jejak Kasus mendatangi salah satu warga Desa Kandangan yang juga seorang aktivis Komunitas Pejuang Jalanan (KPJ Laskar Putih)

bernama Wagiyono dan mencoba menanyakan perihal luasnya areal hutan sekitar Poncomoyo yang gundul. Nara sumber yang memang kurang paham masalah tersebut menyarankan Tim Jejak kasus untuk menanyakan kepada pihak Perhutani.

Saat itu Tim JK meminta Wagiyono untuk mengantarkan ke Pos Perhutani terdekat, di Pos penjagaan Tim JK di temui oleh P.Usman, beliau adalah salah seorang mandor perhutani yang sedang tugas berjaga di Pos PTM Gunung gamping. “Saya sudah ceritakan apa yang saya tahu, untuk lebih jelasnya tanya langsung Pak ASPER saja” pungkas P.Usman. Setelah mendapat penjelasan dari P.Usman perihal hutan gundul di wilayah Ponco moyo, atas saran P.Usman Tim JK mengkonfirmasi hal tersebut ke pada ASPER KBKPH Sukamade Sukirno.

Dari semua keterangan yang telah di peroleh Tim JK membuat draft berita, namun sebelum di terbitkan sebagai bentuk konfirmasi draft berita di kirim melalui WA kepada ASPER P.sukirno dengan keterangan “Selamat sore Pak, ijin konfirmasi sebentar, terkait adanya penebangan kayu jati lebih tepatnya di Desa Kandangan agar berimbang dalam pemberitaan karena akan segera kami kirim ke redaksi”, dalam WA nya ASPER Sukirno membalas “Kalau pembalakan puluhan hektar saya belum dapat laporan, tapi kalau pencurian biasa memang ada dan beberapa minggu lalu telah kami lakukan operasi di Desa Kandangan, kalau masalah penebangan memang ada seluas 3 hektar” balas ASPER

Masalah timbul selang sekitar 6 hari kemudian, salah satu wartawan di telpon oleh salah satu tokoh dari Desa Kandangan yang memberi kabar bahwa Wagiyono di cari warga untuk diadili terkait dugaan telah melaporkan kegiatan pembalakan liar kepada Perhutani. Situasi semakin memanas ketika esok harinya Wagiyono di telpon oleh Ketua Rukun warga bahwa ada ratusan orang mencarinya. Wagiyono yang saat itu sedang di luar kota semakin bingung karena tidak tahu duduk permasalahan kenapa dia di cari cari katanya mau di demo dan lain lain.

Titik terang permasalahan mulai terlihat setelah Tim JK mendapat informasi bahwa di duga penyebab di intimidasinya nara sumber adalah beredarnya draft berita yang di buat Tim JK dan di situ ada nama Wagiyono sebagai nara sumber, di kalangan masyarakat Desa Kandangan. Aktivis LSM BP3RI Rocky Sapulette saat di konfirmasi di rumahnya pada senin 7 januari menyikapi peristiwa ini beliau mengatakan “Yang saya dengar di duga ada oknum yang sengaja memanfaatkan momen ini dengan memelintir berita dengan tujuan untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap mas Wagiyono, seperti yang saya ketahui mas Wagiyono ini adalah salah satu aktivis di Desa Kandangan. Soal beredarnya draft berita itu di kalangan masyarakat harus lebih kita cermati, kalau draft itu tadinya cuma di kirim ke ASPER di duga kuat ASPER lah yang mengirimkan draft itu pada salah satu oknum di Desa Kandangan, dan kemudian oknum tersebut yang menyebarkannya, kalau benar itu artinya ASPER jelas melanggar hukum”jelasnya.

Permasalahan makin ramai ketika kabar intimidasi ini mencuat, klimaksnya senin 7 januari gabungan dari beberapa media dan LSM bermaksut mengkonfirmasi peristiwa ini pada pihak pihak terkait “Ini dugaan nara sumber yang di intimidasi, kalau hal itu benar kami selaku insan pers merasa gerah, merasa di batasi ruang gerak kami. Kalau semua nara sumber di intimidasi lalu dari mana kami bisa buat berita, di mana yang di katakan kebebasan Pers, di mana transparansi publik, ini sama juga dengan percobaan membungkam Pers” ungkap Hendri salah satu wartawan kota.

Mengenai tindak lanjut menyikapi masalah ini Rocky Salulette kembali menjelaskan “Kami akan mncari dan mengumpulkan bukti bukti, kalau benar penyebab menyebarnya draft berita karena ASPER mengirimkanya ke oknum warga Kandangan yang menyebabkan nara sumber di di intimidasi, kami akan lakukan langkah pelaporan dengan dasar ASPER di duga telah melanggar pasal 322 ayat 1 KUHP, pasal ini adalah membocorkan rahasia karena jabatanya” pungkas Rocky.(Tim JK Banyuwangi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *