Banjir di Dusun Mbeluk, Mengakibatkan Aktifiitas Warga Lumpuh.

by -591 views

 

Jejakkasus.info | Propinsi Jatim – Kabuoaten Jombang -, Hujan lebat mengguyur Kabupaten Jombang sejak selasa (22/1) malam. Akibatnya, permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum terendam banjir.

Banjir terjadi di RT 1, RT 2, RT 3, RW 02, Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Hujan deras yang mengguyur Desa Jombok pada Selasa (22/1) malam mengakibatkan air masuk ke rumah warga dan fasilitas lainnya, seperti gedung sekolah, jalan umum, makam dan bahkan sawah warga pun terendam banjir, sehingga mengakibatkan perekonomian petani mati total.

Menurut Pak Muhammad Suep selaku Ketua RT 2 di dusun Belok, Banjir sudah menjadi langganan di Desa Jombok sejak tahun 2008 silam, ketinggian banjir mencapai 15cm, banjir ini telah menggenang 100 rumah di desa Jombok, sehingga mengakibatkan keresahan pasa warga Jombok.

“Setiap hujan di Desa Jombok sudah menjadi langganan banjir terutama RT 1, 2 dan 3 RW 02. Menurut survey kami, banjir terjadi dikarenakan tanggul sunggai di desa Jombok terlalu rendah, mengakibatkan air sungai tersebut meluber sampai ke rumah dan jalan,”Tutur pak Suep.

Penyurutan banjir biasanya terjadi selang waktu dua mingguan, jika hujan terus mengguyur maka air semakin banyak dan penyurutan banjir semakin lama.

Menurut warga, banjir juga terjadi karena Irigasi yang tidak berfungsi dan pembangunan infrastruktur sekitar seperti peninggian jalan.

Warga meminta kepada pemerintah bahwa segera di atasi terkait permasalahan banjir yang telah terjadi selama kurun waktu 10 tahunan ini, karena dampak dari banjir tersebut sangat meresahkan warga, seperti pendidikan yang terganggu, perekonomian macet total, dan kesehatan warga desa Jombok cukup terancam.

Banjir di Dusun Mbeluk, Mengakibatkan Aktifiitas Warga Lumpuh.

“kami sudah sering kali memberi laporan kepada pemerintah, namun belum ada penangganan hanya saja diberi bantuan ketika banjir, seperti sembako dll. Namun antisipasi sebelum banjir sama sekali tidak ada, kami berharap semoga tanggul segera di tinggikan sehingga air tidak masuk ke desa, kemudian irigasi di aktifkan kembali,” ucap Pak Hardi selaku mantan RT 2.

Reporter | Sherina Puspita Yunita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *