Banjir Setinggi 15-20 Cm Resahkan Warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang.

by -942 views

 

Jejakkasus.info | Propinsi Jatim – Kabupaten Jombag -, Keluh kesah warga Jombok Tergenang
Banjir Setinggi 15-20 Cm di Dusun Beluk Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten jombang, banjir yang menggenangi sekitar 100 rumah dari RT 01,02,03 RW 02.

Awal mula terjadi banjir di desa tersebut pada tahun 2008 ada penurunan tanggul dan di sebabkan dari proyek normalisasi sungai dan irigasi yang tidak berfungsi.

Desa tersebut sering menjadi langganan banjir jika hujan secara terus menerus turun. Untuk penyusutan air bisa sampai sekitar 1 minggu hingga 2 minggu. Dan air dari tanggul tersebut bisa menggenang sampai kedalam rumah warga.

Jika air tersebut semakin naik maka warga sekitar mengalamai kekurangan air bersih maupun perekonomian warga mengalami macet total karena mayoritas warga Desa Jombok bekerja sebagai petani.

Sering turunya hujan membuat air menggenangi sawah akhirnya membuat petani gagal panen.

Dampak banjir Selain mengganggu aktifitas masyarakat juga menimbulkan masalah kesehatan.

Banjir ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah karena dampak yang ditimbulkannya sangat merugikan para korban.

“Untuk keluh kesah dari warga Desa Jombok sering mengalami penyakit kulit seperti kadas, kurap, gatal-gatal dan lain sebagainya” ungkap Sueb selaku ketua RT 02.

Air kotor, kekurangan air bersih, dan banyaknya genangan air sudah dipastikan menimbulkan masalah kesehatan. Dan berikutnya akan menimbulkan penyebaran wabah penyakit.
“Dampak lain dari banjir ini adalah pendidikan menjadi terganggu karena sekolah tergenang air dan terutama siswa-siswi SD diliburkan” ungkap marsya’i .

Menurut Hardi selaku mantan Ketua RT 02 semoga pemerintah segera memperbaiki tanggul sungai yang rendah semoga segera ditinggikan oleh pemerintah dan warga terbebas dari banjir.

Reporter: Merisha Dwi Puspita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *