Bappeda Jombang Menggelar Forum Konsultasi Publik RPD Tahun 2024-2026

Jombang l Jejakkasus.info – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah. Dihadiri Ketua DPRD, Asisten 3, Staf Ahli, Kepala OPD, Perwakilan dari Perusahaan, Perguruan Tinggi, Camat dan Stakholder yang lain. Bertempat di Ruang Bung Tomo pada senin 14/11/2022

Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko menyampaikan bahwa pada daerah yang berjumlah pada tahun 2024 sampai dengan 2026 masih belum memiliki kepala daerah. Dalam instruksi sudah jelas bahwa daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah. Memunculkan visi dan misi Bupati dan wakil bupati karena tahun 2024 dan 2025 baru ada bupati dan wakil bupati terpilih dilain giat sejak saat ini, kita yang berada di daerah harus menyusun perencanaan jangka menengah.

Maka, solusinya adalah disusunlah rencana pembangunan daerah.

“Jadi, RPD ini adalah untuk perencanaan jangka menengah, yang nantinya akan bertindak lanjuti dengan dokumen perencanaan jangka pendek yang nanti dedikasinya berupa kegiatan dimasing-masing OPD untuk ditahun 2024 sampai tahun 2026,” terangnya.

Bappeda sangat mengharapkan dan masukkan dari semua yang hadir, kira-kira apa yang harus dilaksanakan pada tahun 2024 dan 2026.

Disinilah saatnya, yang nantinya dapat dirumuskan tentang bentuk rencana kerja OPD untuk tahun 2024 sampai dengan 2026. Nantinya akan bisa membawa dedikasi yang positif terhadap hasil-hasil pembangunan pemerintah Jombang selama 3 tahun kedepan.

“Pada Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026, kami mengundang 250 peserta tetapi, yang berasal dari OPD terkait, stakeolder, tokoh masyarakat serta dari kalangan komisi dan yang hadir kini ada 112 orang,” ungkap Danang.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Jombang H. Mas’ud Zuremi mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Daerah 2024-2026 ini sangat strategis dalam merumuskan perencanaan pembangunan kabupaten dalam tiga tahun kedepan secara kolaboratif, yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Diharapkan pemangku kepentingan untuk memberikan yang terbaik melalui masukan konstruktif selama diskusi berlangsung.

“Kami berharap agar seluruh perangkat daerah harus mampu memahami dan mengakomodir visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati melalui program dan kegiatan yang berkualitas dalam tataran outcome, untuk dijabarkan dalam rencana strategis dan rencana kerja tahunan perangkat daerah. Kami juga berharap gedung DPRD diperbaiki, kantor Bakesbangpol, infrastruktur.dan penanganan sampah,” harapnya.

Sumrambah menyampaikan pemerintah kabupaten Jombang mempunyai keberanian menjalankan strategi dan kerja keras. Di kabupaten Jombang Tahun 2022 masih terdapat 114 km jalan rusak, Rumah Tidak Layak Huni masih 10.702 di 21 kecamatan, masih terdapat 4% rumah tanah yang belum memiliki sertifikat dan masih terjadi banjir di daerah Mojoagung, Mojowarno, dan sekitarnya.

“Insyaallah daerah rawan banjir terbebas dari banjir karena tempat umpansasi sudah luar biasa, penampang sungai sudah begitu hebat, kita sudah kerjakan hingga total 12 km. Hanya saja menyelesaikan masalah di Mojiagung agak sulit karena pertemuan 2 sungai,” tandasnya

Kemudian kemiskinan di Jombang berada dikisaran 10%, kemudian penderita balita yang stunting ada 7.516 anak. Ini adalah hasil traktiktis dan pentingnya yang tidak boleh ditinggalkan. Masalah stunting bukan masalah yang sederhana, sekali kita ada yang stunting berarti SDM kita sumber daya negara akan hilang. kalau kita bisa membuat generasi yang sehat berarti kita masih punya masa depan bangsa dan negara.

“Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik RPJ dan yang akan disusun karena pembangunan merupakan perubahan aspek kehidupan ke arah yang lebih baik dimana dilakukan sinkronsasi program OPD terkait untuk menyempurnakan program yang diharapkan. Setelah itu dirumuskan oleh tim pembangunan kabupaten Jombang tahun 2024 sampai dengan 2026. Untuk meningkatkan daya dukung infrastruktur berkaitan dengan industri agribisnis dan pembangunan. Karena pondasi besar tidak akan muncul hanya dengan kerja keras yang setengah-setengah,ungkapnya
(Aan jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *