Batas Wilayah TWA Wayhawang Belum Jelas.

by -516 views

 


www.jejakkasus.info | Propinsi Bengkulu – Kabupaten Kaur -, Persoalan TWA Wayhawang di Kacamatan Meje menambah deretan panjang masalah yang belum terselesaikan di Kabupaten Kaur, penentuan koordinat lahan seluas 64 Hektare tersebut hingga kini belum ada kejelasan, Kades Muara Jaya berharap kepada pemerintah dapat segara melakukan penetapan terhadap batas wilayah kawasan terlarang tersebut.

Persoalan Taman Wisata Alam Wayhawang bukanlah persolan baru, bahkan beberapa titik dalan kawasan tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat aktivitas pembuatan tambak udang milik PT. DP3, ironisnya hingga kini penetapan batas wilayah terlarang itu tak kunjung tuntas.

Suryadi, Kepala Desa Muara Jaya mengakui bahwa hingga kini penentuan batas wilayah Taman Wisata Alam tersebut belum ada kejelasan, dengan adanya hal itu ditahun 2019 mendatang dirinya akan meminta kepada Badan Konservasi Sumber Daya Aalam dan Balai Pemanfaatan Kawasan Hutan Wilayah XX lampung untuk mencari sekaligus menetukan titik koordinat kawasan TWA tersebut.

Ia mengakui sebelumnya BKSDA dan Balai Pemanfaatan Kawasan Hutan XX dari Lampung pernah memasang tonggak titik koordinat namun tidak melibatkan Pemerintahan Desa, tokoh adat dan masyarakat sehingga penetapan batas TWA tersebut masih diragukan oleh masyarakat.

Dikatakannya, kemungkinan besar pemasangan tonggak tersebut dilakukan hanya untuk memastikan kalau loksi tambak udang tidak masuk kedalam kawasan TWA, sekarang ini semua patok yang terpasang dikebun warga dibuang oleh masyarakat, karena mereka takut nantinya tanah mereka diklaim masuk dalam kawasan TWA, ujarnya.

“Rencananya ditahun 2019 mendatang kami akan meminta bantuan kepada BKSDA Lampung untuk melakukan penetapan titik koordinat kawasan TWA, nantinya jika disetujui oleh masyarakat pembiayaan kegiatan itu akan di anggarkan melalui Dana Desa, sebab persoalan ini sudah berlarut larut, jika dibiarkan takutnya nanti akan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya lebih lanjut bila berpedoman pada peta yang baru maka wilayah Desa Muara Jaya masuk dalam kawasan TWA, dan hal itu sangat bertolak belakang dengan keterangan dari tetua adat tokoh masyarakat setempat, ungkapnya. (Iwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *