Beredar Pernyataan dan Klarifikasi “Keragu-raguan” Atas Nama Koyim DPRD Yang Ditujukan Tidak Jelas

oleh -767 views

Tanggamus, Jejakkasus.info

Setelah beberapa kali mencuat dimedia online pemberitaan tentang dirinya, kini beredar selembaran surat yang mengatas namakan koyim anggota dprd pan tanggamus dimana surat pernyataan dan klarifikasi tersebut beredar dari jejaring whatsap, tentu hal demikian diragukan keabsahannya, ini ada apa?
Dari siapa?

Bukan tampa alasan, baik tim redaksi atau kuasa hukum tidak pernah menerima surat pernyataan dan klarifikasi tersebut secara resmi, apa bisa surat tersebut bisa dipertanggung jawabkan?

Sementara selembaran surat misterius tersebut secara detail mengatakan hal-hal terkait, secara akal kewarasan tentu asal usul surat bisa disimpulkan masing-masing dari mana timbulnya, akui sajalah secara jantan jika memang selembaran surat misterius itu benar adanya pun sebaliknya, tunjukan wajah dan wibawa sebagai anggota dprd bukan seperti anggota kelas SD.

Yakinkan halayak dengan hal yang sepatutnya bukan hanya sekedar surat yang sedemikan, bapak itu anggota dewan paling tidak ada tanda tangan atau foto bersama kertas tersebut jangan khawatir dengan memuat berita klarifikasi dimedia online, bahkan terkait beredarnya surat pernyataan dan klarifikasi lewat whatsap itu tetap kami beritakan, mungkin kami memahami kondisi kejiwaan bapak saat ini dan kami memaklumi itu.

Sebab tidak terima dengan pemberitaan sebagaimana beredar maka disebutkan disurat “saya memberikan fakta hukum dan bantahan” berikut ;

1. Koyim tidak pernah terindikasi dan terlibat perkara hukum lintas kabupaten

2. Koyim tidak merasa pernah dilaporkan dipolda oleh siapapun

3. Bahwa koyim dan keluarga tidak pernah menjual belikan tanah sengketa tersebut kesiapapun

4. Koyim mengatakan sawah tidak jelas dijual tahun berapa dan kesiapa juga kepala pekon tidak mengetahuinya

5. Koyim tidak pernah merasa jadi dalang/otak dugaan pelanggaan hukum lintas kabupaten

Lebih jauh didalam surat pernyataan dan klarifikasi yang mengatasnamakan koyim juga menyatakan

1. Terlapor atas koyim salah subyek hukum

2. Koyim tidak pernah dipanggil kepolisian sejauh ini sebagai saksi

3. Setau koyim fuad dan sarwi keduanya memiliki bukti kepemilikan objek sengketa

A. Sporadik dengan luas 11.997 m2 tertanggal 8 november 2020

B. Sporadik dengan luas 513, 5 m2 tertanggal 8 november 2020

4. Surat pernyataan tua tua kampung yg menyatakan tanah sengketa tidak pernah dijual belikan kesiapapun

5. Adanya pernyataan tertulis dari ketua pokmas menyatakan surat sporadik sarwi adalah palsu

6. Pernyataan saksi saksi sarwi tidak benar dan dipalsukan khaerudin

Hingga berita ini diturunkan tim awak media saat ingin meng “konfirmasi” surat pernyataan dan klarifikasi itu justru nomor tim di blokir koyim.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *