Berkerumun Halal, Turnamen Bola Voli di Kecamatan Arjasa Digelar Dekat dengan Kantor Polsek

oleh -47 Dilihat

Sumenep l Jejakkasus.info – Instruksi Mendagri tentang kebijakan selama PPKM terkesan tak berguna di Kecamatan Arjasa dan Kangayan.

Pasalnya, Sumenep yang masih berada di PPKM level 3 dan gencarnya pelaksanaan vaksinasi untuk membentuk “Herd Immunity” masyarakat malah diperuntukkan untuk menggelar “Turnamen Bola Voli” yang pelaksanaanya dekat dengan kantor Polsek Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Minggu (31/10/2021).

Pelaksanaan turnamen voli AKD Cup 2021 di Kecamatan Arjasa tersebut, terkesan dibiarkan oleh Polsek setempat.

Dan diduga menjadi ladang penghasilan bagi oknum yang memanfaatkan momen di masa PPKM level 3 itu.

Karena, semuanya serba berbayar.

Baik dari pendaftaran, parkir, dan biaya untuk menonton.

Semua upaya pemerintah Kabupaten Sumenep sepertinya, berbanding terbalik 180 derajat dan turnamen bola voli tersebut.

“Terkesan dihalalkan dan bebas merdeka dan aman sentosa”.

Salah seorang warga Arjasa yang namanya minta untuk tidak dipublikasikan menerangkan kepada media ini, bahwa turnamen bola Voli itu sudah berjalan cukup lama dan terkesan ada pembiaran dari Polsek Arjasa dan Koramil setempat.

“Turnamen bola voli ini, dipadati oleh penonton yang melimpah ruah dan disinyalir tidak  melaksanakan Prokes ketat,” ujarnya.

Sementara, untuk di daratan, Pemerintah Kabupaten Sumenep, sudah melakukan berbagai macam cara terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19. Dalam giat sosialisasi vaksin.

“Namun, di sini seakan aman-aman saja, padahal kegiatan tersebut sudah jelas mengundang kerumunan massa,” katanya.

Ironisnya, kata sumber informasi menerangkan, lomba voli yang mengundang semua desa di wilayah Kepulauan Kangean yang mencakup Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan itu, dananya berasal dari sumbangan yang diminta oleh pihak panitia kepada tiap -tiap Kades.

“Tiap Kepala Desa diminta 1 jutaan oleh panitia untuk melaksanakan lomba voli yang melibatkan semua desa. Ironisnya pendaftaran untuk menjadi peserta juga harus bayar, parkirpun harus bayar, kemudian untuk masuk juga ada biayanya,” tukasnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, tim media mengonfirmasi kebenaran turnamen bola voli yang sudah digelar selama dua pekan itu kepada Kapolsek Arjasa, Ipda Agus Sugito.

Dalam keterangannya, Agus mengatakan, dirinya sudah menghimbau agar jangan diadakan.

“Saya sudah menghimbau, agar jangan diadakan, namun dijawab oleh masyarakat Kangean, bahwa sedang zona hijau, dan tetap melaksanakan. Maka dari itu, saya tidak bisa menghentikan, karena kegiatan itu olahraga masyarakat banyak,” tandasnya.

Sementara itu, Yanto, Ketua Panitia ketika dihubungi melalui aplikasi Whatsapp, tidak bisa  mengangkat telepon dari media  ini.

Hal yang sama juga terjadi ketika media ini menghubungi Kades Arjasa, Anwar Nono.(Eva/Limbad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.