Bersama BIN Dinkes Tulungagung Gelar Vaksinasi di Desa Tunggulsari, Hadiah Seekor Kambing

Tulungagung l Jejakkasus.info – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar vaksinasi massal untuk umum bertempat di Balai Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru, Rabu (22/6/2022).

Saat dijumpai, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat, MMRS , melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Didik Eka Sunarya Putra mengatakan vaksinasi di Balai Desa Tunggulsari ini menargetkan 300 sampai 500 masyarakat disuntik vaksin.

“Benar, target kita semoga terwujud 300-500 masyarakat disuntik vaksin baik untuk dosis 1, 2, maupun 3 (Booster.red),” kata Didik dihadapan insan media di Balai Desa Tunggulsari, Rabu (22/6/2022) Pagi.

Dia menambahkan pihak Dinkes Tulungagung akan selalu memberikan dukungan kepada siapapun dalam melaksanakan vaksinasi.

Pihaknya menyadari seiring melandai pandemi Covid-19, masyarakat tingkat kedisiplinan protokoler kesehatan mulai berkurang.

“Saya ucapkan terima kasih kepada BIN Jawa Timur yang telah ikut peduli akan kekebalan masyarakat terhadap Covid-19, dalam hal ini program vaksinasi,” tambahnya.

Lebih lanjut Didik menjelaskan secara keseluruhan jumlah masyarakat yang telah melakukan vaksinasi di Kabupaten Tulungagung yang dimulai pada Februari 2021 yakni 87,65 persen untuk dosis 1, dosis 2 angka 76,82 persen, sedangkan dosis 3 itu 15,77 persen.

“Kita akui untuk dosis 3 ini kurang sesuai dengan target yakni 50 persen, sedangkan saat ini baru tercapai 15,77 persen,” terangnya.

Vaksinasi di Balai Desa Tunggulsari, lebih dalam Didik mengharapkan masyarakat sekitar bisa memanfaatkan untuk mengikuti vaksin, sebagai upaya menambah imunitas dalam tubuh.

“Alhamdulilah, saya lihat antusias warga Tunggulsari dan sekitarnya kesadaran meningkat dalam ikut vaksin. Terlebih vaksinasi ini berhadiah seekor kambing,” paparnya.

“Kita imbau kepada masyarakat, pandemi Covid-19 masih ada sehingga tetap patuhi protokoler kesehatan yakni 5 M,” tandasnya. (Gdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *