Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Gelar Lombah

Jombang | Jejakkasus.info – Bidang kebudayaan Dinas Pendidikan kabupaten Jombang, Minggu, (06/11/22), bertempat di Alon – Alon Jombang, menyelenggarakan beberapa lombah untuk anak didik Tingkat Sekolah Dasar (SD).

Lombah tersebut dihadiri kepala dinas, sekretaris dan sejumlah kepala bidang di Dinas Pendidikan kabupaten Jombang.

Menurut keterangan Dian Yunitasari, S.pd. M.pd, bidang kebudaya dinas pendidikan kabupaten Jombang, mengatakan lombah yang digelar oleh bidang kebudayaan saat ini diantaranya lombah cipta puisi, cipta cerpen, melukis, dan membatik. ungkapnya.

“Lombah yang diselenggarakan oleh Bidang kebudayaan diikuti sebayak 200 peserta, lombah dimulai jam 8 sampai selesai, untuk lombah cipta puisi dan cipta cerpen diberikan waktu masing – masing 1 jam, untuk lombah melukis dan membatik diberikan waktu 4 jam lebih. jelas Dian.

Dia juga mengatakan untuk lombah cipta puisi dan cipta cerpen temanya ditentukan saat lombah, diharapkan tema tersebut murni dari kreatifitas anak sendiri tanpa ada petunjuk atau dektian dari orang tua maupun guru.

“Sedangkan untuk lombah melukis dan membatik yang disenggaran saat ini tidak lain untuk mengenalkan kepada anak didik ditingkat sekolah dasar supaya mereka mengenal Budaya batik Jombangan. tandas Dian.

Masih seputar keterangan Dian, untuk lombah yang diselenggarakan saat ini diambil juara 1,2,3 dan juara harapan, masing – masing juara diberikan sertifikat, sertifikat tersebut untuk digunakan anak – anak untuk PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) kejenjang lebih tinggi, dan piala untuk juara 1,2 dan 3 juga diberikan uang, untuk juara 1 diberikan uang sebesar Rp.1.000.000; dan juara ke 2 diberikan uang sebesar Rp 700 .000; dan juara 3 diberikan uang sebesar Rp. 500, 000; untuk pemberian hadia yang berupa uang lasung ditranfer kerekening masing – masing juara.

“Untuk langkah selanjutnya tahun depan tetap akan menyelenggarakan lombah, karena tujuannya untuk melestarikan budaya asli Indonesian, dinama anak – anak hanya tau jadi seperti batik aja, tidak tau bagaiman prosesnya membuat batik. ( Masruroh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *