Demi Kemanusiaan, Panti Laras Darul Iman Bina Orang Yang Alami Gangguan Kejiwaan

by -48 views

Jejakkasus.info | Subang – Banyak orang ketika melihat orang yang sakit jiwa, terutama saat melihatnya dijalanan, spontanitas akan keluar beragam rasa seperti, takut, jijik, dll. Berbeda dengan pemilik Yayasan Darul Iman, Ustadz Agus Abdul Kusman yang mempunyai prinsip bahwa orang yang mengalami gangguan kejiwaan adalah orang sakit yang patut menerima perhatian yang layak dari kita sebagai manusia yang normal.

‘Memanusiakan manusia’ adalah tujuan dari Ustadz Agus, dengan lillaahitaala yakin atas izin Allah, segala penyakit termasuk gangguan kejiwaan akan kembali normal seperti sediakala.

“Ini merupakan bagian cita-cita ibadah saya, upaya untuk memanusiakan manusia, agar mereka hidup terurus dan tidak menggelandang. Hal itu menjadi tugas mulia kita semua. Makanya melalui Panti Laras Darul Iman, mereka kami obati, kami rehabilitasi, dan kami manusiakan kembali selayaknya manusia normal,” jelas Ustadz Agus, Kamis (07/11/2019).

Pantauan Tim 9 Jejak Kasus Subang saat datang ke lokasi tersebut, ada sejumlah 40 orang pasien gangguan jiwa yang sedang direhabilitasi, terdiri dari 8 orang perempuan dan 32 orang laki-laki dari berbagai daerah. Beberapa orang diantaranya belum diketahui asal muasalnya entah darimana, karena diantara mereka berasal dari titipan Satpol PP Subang ketika terjaring razia dijalanan.
Terlihat beberapa pasien dengan tingkat kesembuhan 75 persen sudah bisa menjalankan ibadah sholat secara berjamaah dengan baik.

Ustadz Agus menambahkan, “Sudah 30 tahun saya bergelut dengan Orang Sakit Jiwa. Hal tersebut saya lakukan atas niat ibadah mengaplikasikan kemampuan yang diberikan oleh Allah untuk mengurusi orang yang sakit jiwa dan orang yang mengalami ketergantungan terhadap Narkoba. Dimandikan, dicukur dan diberikan sandang pangan selayaknya, serta ditampung di rumah khusus beralamat di Dusun I, Kp. Krajan RT/RW 04/01 Ds. Tanggulun Timur, Kec. Kalijati, Kab. Subang

“Dengan ikhlas saya tampung di rumah singgah yang saya siapkan. Digembleng dengan cara terapi pendekatan diri kepada Allah, dan ada beberapa kategori yang ditangani dengan pengobatan terapi herbal juga. Nanti akan didiagnosis dan dievaluasi lebih lanjut untuk membedakan jenis gangguan jiwanya. Setelah kondisinya kembali membaik, saya juga akan mencari keluarganya,” terangnya kembali. (Tim 9 Jejak Kasus Subang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *