Dengan Sekolah Pasar Tinggalkan Kesan Kumuh Pada Pasar Tradisional

by -644 views

 


www.jejakkasus.info, Sidoarjo -, Seiring dengan bermunculan bisnis ritel modern serta perkembangan pembangunan Kabupaten Sidoarjo khususnya dilingkungan pasar tradisional baik secara fisik maupun kemampuan pengelola dan berdagang, yang menimbulkan berbagai problem yang perlu diatasi bersama maka Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja dengan Universitas Negeri Surabaya serta para stake holder di Kabupaten Sidoarjo melakukan inovasi serta terobosan-terobosan untuk mengatasi hal tersebut dengan mengadakan Sekolah Pasar.

Dalam acara yang dikemas dalam Pembinaan Pegawai dan Pemantapan Sekolah Pasar Menuju Standar Nasional Indonesia yang digelar di kantor Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Sidoarjo, Kamis 27/12.

Dr. Feni Apridawati menyampaikan dengan perkembangan masyarakat dalam bertransaksi dan bersaingnya pasar tradisional dengan pasar modern, tentu harus ada cara untuk mengubah pasar tradisional yang nerkesan kumuh dan tak terawat menjadi pasar semi modern yang nyaman untuk para pedagang dan pembeli.

” Bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri surabaya, pada dengan sekolah pasar ini saya berharap nantinya kepada para pedagang akan mengetahui etika berbisnis serta menejemen perdagangan”ucap Bu Feny
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Eko Wahyudi menyampaikan bahwa Tahun ini adalah Tahun pertama bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan merupakan hal yang luar biasa dimana hasil riset dan study kampus selama ini bisa di wujudkan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Sidoarjo dalam bentuk Sekolah Pasar, dalam hal ini memakai bentuk sistem pendidikan informal dengan tujuan bisa menguatkan pasar trandional menjadi pasar semi modern yang berstandart SNI.

Pada kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 200 peserta ini di buka secara langsung oleh Bupati sidoarjo H. Saiful Ilah, SH.,M. Hum yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kab. Sidoarjo H. Ahmad Zaini serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo H. Achmad Rofi’i menyampaikan bahwa
dengan peningkatan pembangunan ini tentunya pemerintah berharap kedepannya pasar tradisional bisa bersaing dalam mendapatkan pasar yang berstandar nasional indonesia (SNI) dimana tahun ini telah diusulkan 3 pasar (SNI) dalam skala sedang, yaitu Pasar Sukodono, Pasar Wonoayu dan Pasar Gedangan.

“Saya berharap kepada para pedagang nantinya belajar secara bersungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh bisa diserap dengan maksimal dan kedepannya nanti bisa diberikan nilai hasil study dalam bentuk sertifikat kepada para pedagang yang mengikuti Sekolah Pasar”. Tambahnya mengakiri sambutan
Kabupaten Sidoarjo merupakan satu-satunya Daerah yang memiliki Sekolah Pasar, dan untuk paksanaannya pada saat para pedagang istirahat atau saat kondisi pasar mulai agak sepi.yu/kominfo.sulton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *