Desa Nguter Lumajang “Bergetar, Karnaval HUT RI ke-80 Tampilan Era Jaman Sound Horeg

LUMAJANG | jejakkasus.info. Karnaval seni kebudayaan Indonesia, era perubahan jaman masa kini, Sound Horeg yang dicibir sekaligus dinanti oleh Masyarakat kini hadir di Desa Nguter Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, 26 Sound Horeg yang akan menggoncang Desa Nguter, Sabtu, 27 September 2025.

Gebyar seni budaya, Karnaval yang di tampilkan dalam tema “Bersatu berdaulat, Rakyat sejahtera, Indonesia maju.

Karnaval Sound Horeg bisa disebut merupakan momen besar yang di nanti – nanti oleh Masyarakat, kemeriahan kini di gelar tengah hari hingga malam, ratusan pengunjung orang tua, muda-mudi, hingga anak-anak tumpah ruah di rute deretan sepanjang jalan yang di lalui.

Semua orang larut dalam antusiasme menantikan truk-truk sound horeg melintas dan menggetarkan sekelilingnya. Di belakangnya, di iringi turut komunitas muda-mudi biasanya penari atraksi dizona – zona yang sudah ditentukan, menunjukkan kebolehannya dalam barisan nan rapi penari meriahkan suasana.

Baca Juga:  Petugas Gabunga Dishub Jombang Gelar Ramp Check Jelang Nataru

Agak jauh dari keramaian warga dan dentuman suara sound system itu, hadir pula seorang Agus beserta istri dan anak perempuannya. Warga Desa Karangsari Kecamatan Sukodono, itu tak berani terlalu dekat karena anaknya masih balita. Mereka berdua sadar suara sound horeg yang menggelegar itu bisa mempengaruhi pendengaran anaknya.Oleh karena itulah, mereka memilih menikmati keramaian itu dari kejauhan.

“Kasihan si kecil kalau terlalu dekat. Jadi kami menyisih melihat dari jauh saja. Kata orang-orang sama pengunjungnya, nanti kesehatannya terganggu dadanya atau kupingnya terpengaruh, “kata Agus di lokasi.

Baca Juga:  Berjalan Kondusif, Personel Polri Kawal dan Amankan Pergeseran 40 Kotak Suara Pilkada 2024 dari PPK Sampoiniet ke KIP Aceh Jaya

Dirinya, dalam menyaksikan acara, Sound Horeg semacam ini, butuh persiapan kapas sebagai menutupi telinga, cara paling mudah dan sederhana agar tidak menjadi kendala di saluran telinga.

“Tidak setiap ada acara juga kami datangi karena ada pekerjaan juga. Sayang banget kalau harus meninggalkan pekerjaan buat nonton sound horeg,” kata istri Agus sambil senyum.

Iptu Loni Roi Madona menyampaikan keamanan TNI Polri terkait karnaval sound horeg di Desa Nguter, berfokus pada penertiban dan penegakan hukum untuk menciptakan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan nyaman.

Baca Juga:  Satlantas Polres Badung Dekatkan Diri Dengan Masyarakat Lewat Program "Polantas Menyapa"

“Jajaran kepolisian bersama TNI melakukan patroli gabungan untuk memantau titik-titik rawan dan memberikan rasa aman kepada warga, “pungkasnya.

Pj.Kades Nguter Indra mengatakan kepada media, karnaval kali ini mengikuti perkembangan jaman dan juga atas dukungan masyarakat kesenian yang ditampilkan, menyesuaikan era, jaman dan perkembangan yang ada.

“Karnaval ini mendasari kekompakan masyarakat Desa Nguter Kecamatan Pasirian, untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025. Kemasan budaya menggambarkan sejarah perjuangan dan tampilan era sekarang ini di tampilkan,” kata Pj.Indra

Acara seperti ini amat lazim di Jawa Timur. Masyarakat umum dan netizen pun telah akrab menyebutnya karnaval sound horeg. ( RH/Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *