Di Denda Tanpa Tahu Kesalahanya, Beberapa Warga Kecamatan Licin Pasrah.

by -226 views

Banyuwangi | www.jejakkasus.info – Listrik merupakan kebutuhan pokok bagi semua lapisan masyarakat, hampir semua kegiatan pekerjaan, pembelajaran, juga kegiatan rumah tangga semua membutuhkan listrik, namun apa jadinya bila ada oknum oknum nakal dari pihak PLN yang di duga melakukan pemerasan dengan cara mengenakan denda puluhan juta rupiah kepada nasabahnya dengan alasan yang belum bisa di buktikan kebenaranya?.

Seperti yang di alami Pak Barudin warga Desa Kluncing Kecamatan Licin. Beliau menjadi salah satu korban dari dugaan pemerasan oleh oknum pegawai PLN dengan dalih bahwa mereka telah mencuri listrik. Saat dinkonfirmasi di rumahnya Pak Barudin mengatakan “Waktu pemutusan listrik itu saya tidak ada di rumah, saya sedang kerja di Bali, tahu tahu di kabari anak saya kalau listriknya di putus. Setelah saya pulang baru saya tahu dari surat yang di tinggalkan oleh oknum PLN yang mengatakan bahwa telah melanggar atutan PLN dan di denda Rp 23.000.000 (duapuluh tiga juta rupiah)” jelas Pak Barudin.

Terkait alasan denda yang di kenakan pada mereka Pak Barudin menjelaskan “Rata rata penyebabnya sama, kami di tuduh mencuri listrik sedang sebenarnya kami tidak tahu menahu masalah pencurian itu, selama ini saya tidak pernah telat dalam pembayaran listrik, karena kami orang awam ya kalau di katakan kami melanggar kami takut” jelasnya.

Dari hasil investigasi di lapangan yang di lakukan oleh aktivis dari LSM SOMASI, di temukan ada 4 orang yang telah jadi korban modus seprti ini, salah satunya adalah Umam warga Dusun Karangan Desa Licin Kecamatan Licin. Di temui di rumahnya Umam menjelaskan “Waktu itu kalau tidak salah tanggal 13 desember tiba tiba ada 3 orang yang memakai seragam PLN, dan mengatakan mau cek pembaruan kabel, karena saya orang awam ya saya persilahkan. Saat di cek itu ada salah satu oknum PLN minta tangga untuk cek kabel di atas, ya saya carikan, setelah itu tiba tiba kabel listrik di rumah saya di putus, dan oknum itu mengatakan bahwa kabel listrik saya sudah tidak layak dan harus di ganti, ya saya diam saja” jelasnya.

“Yang saya tidak habis pikir, setelah itu saya di kasih kertas yang katanya saya melanggar aturan PLN, saat itu saya sedang nongkrong sama oknum Polisi, oknum dari PLN itu bilang gini “Jangan keras keras mas itu ada aparat, sudah akui saja kalau sampean dulu pernah mencuri listrik” tiru Umam. Setelah di beritahu seperti itu, Umam tetap tidak mau mengakui kesalahan yang memang tidak pernah di lakukanya, salah seorang oknum petugas PLN menyodorkan surat hasil Pemeriksaan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Tanpa penjelasan dan dalam keadaan bingung Umam di minta untuk menandatanganinya, parahnya setelah itu Uman di kasih tahu pihak PLN bahwa dia wajib membayar denda Rp 11.000.000 (sebelas juta rupiah).

Terkait denda yang di kenakan pada kedua orang tersebut mereka menanggapi dengan nada pasrah “Jangankan untuk bayar denda yang jumlahnya puluhan juta, untuk kebutuhan kami saja masih sering kurang, kami pasrah, walau kami juga ingin mencari keadilan” ungkap keduanya.

 

Menanggapi kejadian ini salah seorang aktivis dari LSM SOMASI yang telah mengadakan investigasi mengatakan “Peristiwa ini kami duga adalah permainan, bagaimana bisa petugas PLN adakan cek kabel dan langsung membawa surat pelanggaran untuk nasabah, kami duga surat pelanggaran itu telah di persiapkan sebelumnya” ungkapnya.

“Kami juga sudah mencoba untuk menemui manager PLN Area Banyuwangi, tapi baik manager maupun perwakilanya tidak mau menemui kami, ini ada apa?” pungkasnya.(Tim JK Bwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *