Diduga Bangunan Tidak Berkualitas dan Asal jadi Di Desa Tanjung Bringin Curup

oleh -43 views

JejakKasus.info | Bengkulu – Bangunan Drenase yang terletak di Desa Tanjung Bringin kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Melalui  Kementrian PUPR dan Bersumber Dana APBN.

Sala satu kegitan yang di sumberi dari dana APBN pusat melalui Kementrian PUPR dan Dianas PUPR Propinsi bengkulu tahun 2020 meluncurkan kegitan pembagunan drenase aliran pesawahan guna untuk melancarkan perairan di sektor perkebunan dan persawahan yang di bangun tahun 2020 ahir sekarang sudah hancur, lebih kurang hampir 10 meter kiri kanan, sedangkan bangunan tersebut masih baru, namun sudah berantakan dengan kenyataan ini sangat di ragukan kualitas adukan  dan semen serta pasir  yang di gunakan sehingga dapat di predeksikan akan timbulnya kerugian Negara.

Saat tim media online JejakKasus ke lapangan tidak di temukan papan merek informasi baik bekas atau pun yang sudah terpasang di lapangan, hingga berita ini di rilis belum dapat jelas kegitan ini brapa angaran yang di kucurkan dan brapa polume yang sebenarnya, team akan segera berkordinasi dengan pihak terkait mencari data melauli LPSE APBN Kementrian PUPR Tahun 2020 ,dan mengecek sampel kelabotoriun tetang barapa semen dan pasir yang di gunakan di dalam pembuatan drenase desa tajung bringin ini sesuai yang di anjurkan di dalam sfek dan RAB serta segera memberikan hasilnya secra transaparan agar dinas terkait segera menganbil tindakan yang terukur dan akuntabilitas.

Disaat team mendengar keterangan masrakat setempat HR ( 41 ) memafarkan.
” lihatlah pak, keadaan siring di sektor persawahan masyarakat desa kami ini yang di bangun tahun 2020 ini kemaren,sekarang sudah hancur seperti itu,ucapnya sambil menunjukan siring yang hancur

Masih kata beliau
” Dapat kita lihat secara bersama pak,kualitas adukannya dan mungkin adukannya 1 kali banyak sehingga kualitasnya sangat rapuh dan gampang hancur, bangai mana kami mau bersawah jika airnya tidak sampai dan kami sangat berharap kepada pemeritahan agar dapat mengambil tindakan dan membenahi siring ini lagi sehingga kami bisa lagi bercocok tanam,dan impormasi yang kami dengar bahwa yangbmengerjakan drenase ini pihak kontraktornya ARI yang berdomisili Di Kelurahan  Tunas Harapan Di gang Kapung Rujuk. Katanya. ( Yadi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *