Diduga Mafia Tanah Rampas Hak Tanah Warga Ketap Jebus

oleh -155 views

Bangka Barat l Jejakkasus.info – Kamis 29 April 2021 warga Desa ketap kec.Jebus bapak Junaidi bersama kuasa Hukumnya Bapak Hatta budianto S.H. mendatangi kantor Desa Sinar manik guna menindak lanjuti mediasi yang ke 2 mengenai pengrusakan kebun dan tanam tumbuh yang sudah di kelola oleh Bapak Junaidi dari tahun 1973 sampai sekarang.

Tiba-tiba kebun dan tanam tumbuh tersebut di garap oleh sdr f mengunakan alat berat (excavator)merk Komatsu,sewaktu di pertanyakan oleh pak kades asal usul tanah sdr f,akhirnya sdr f mengeluarkan surat zaman Belanda tahun 1938 tanpa dasar hukum yang kuat pihak Desa mengeluarkan surat keterangan tanah yang baru atas nama f sementara itu tidak ada peralihan hak dari surat Belanda tersebut ke SPHT,tulisan bahasa Belanda dalam surat Belanda tidak dapat di pahami makna dan isinya oleh aparat Desa tapi

pihak desa tetap mengeluarkan surat tanah yang baru atas nama f hal ini yang di pertanyakan oleh banyak pihak ada apa? yang di sesalkan oleh Bapak Junaidi mengapa pihak Desa tidak mempertanyakan tanam tumbuh tersebut milik siapa sebelum penerbitan surat,dari mediasi di kantor Desa tidak menemukan titik terang akhirnya pak kades dan perangkatnya mengecek ke lokasi

Sesampainya di lokasi pak kades menanyakan kepada perangkatnya lahan mana kalian pernah ukur untuk tanah f benar memang lokasi inilah yang pernah kami ukur dengan f tegas 2 orang perangkat Desa

Dari pihak Bapak Junaidi sangat berharap agar pendapat mereka bisa di buktikan di lapangan namun tanpa basa basi f pun beranjak pulang dan meninggalkan kantor alasan sibuk tetapi dari pihak Bapak Junaidi dan perangkat Desa tetap meriksa ke lokasi di temukan bukti tanam tumbuh yang berupa pohon karet lebih kurang 800 batang,pohon durian 13 batang,pohon cempedak 28 batang serta petai yang umurnya lebih kurang dari 48 tahun dan sekarang sudah rata dengan tanah padahal kebun tersebut adalah mata pencarian keluarga bapak junaidi.

Saat di lapangan awak media menanyakan masalah tersebut kepada pak kades jawab pak kades akan kita cabut dan batalkan surat yang baru di sdr f pada media pungkas pak kades.

Sumber: globalinvestigasinews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *