Diduga Tidak Ada Plang Proyek Rabat Beton Pembangunan TPS3R Kabupaten Pringsewu Asal Jadi

oleh -491 views

Pringsewu, jejakkasus.info – Pelaksanaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Bersahaja Kab. Pringsewu (NSUP) bersumber dari APBN dengan Total Nilai Rp.12.926.367.684.41 lokasi pekerjaan pekon Sidoharjo dan pekon Podomoro kabupaten Pringsewu/Village AND Podomoro Village kabupaten Pringsewu tahun 2021/2022, dari informasi di lapangan penyedia jasa PT. Bumi Perkasa Selatan konsultan Innerindio dinamika.

Tim media melakukan kontrol sosial pengerjaan Rabat Beton di pekon Podomoro tidak adanya papan informasi dan pelaksanaan pekerjaan yang tidak melibatkan masyarakat setempat, pada Selasa (15/06/21).

Warga setempat yakni DT yang tidak ingin di sebutkan namanya saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa memang benar pak, warga setempat tidak ada yang di pekerjakan, apalagi tidak pernah adanya sosialisasi dari pihak pekon atau dari pihak pelaksana pekerjaan tersebut kepada warga, masyarakat Podomoro tidak tahu ditempat itu akan di buat TPS3R, warga menolak apabila jika sampah-sampah yang di buang ke Podomoro akan berdampak ke lingkungan, terutama akan menimbulkan bau tidak sedap dan akan berdampak bagi kesehatan di lingkungan, khususnya lingkungan Podomoro.

Lanjutnya, “untuk pekerja tidak sama sekali ada warga sini yg turut serta bekerja di pekerjaan tersebut, sedangkan warga disini banyak yang berprofesi sebagai tukang, apalgi masa sulit seperti ini, pastinya mereka banyak yang membutuhkan pekerjaan, pada waktu pekerjaan rabat beton tersebut kami lihat untuk ketebalan tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang saya tahu, anggarannya sangat besar, kami lihat di pekerjaan rabat beton tersebut tidak sama sekali menggunakan besi atau bowel untuk kekuatan atau memperkokohnya”, ucapnya.

Saipul selaku pengawas pekerjaan di lokasi pekerjaan rabat beton saat di konfirmasi menjelaskan “memeng benar pak, untuk pekerjaan rabat beton ini memang tidak menggunakan besi atau dowel karena tidak ada perintah untuk pekerjaan ini diharuskan menggunakan dowel, dan pekerjaan yang untuk di jalan memang kami tidak melibatkan masyarakat setempat”, pungkasnya.

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.