Dilaporkan Ke Jaksa, Insfektorat Akan Periksa DD Suka Menanti

by -414 views

Jejakkasus.info | Bengkulu – Terkait adanya laporan Badan Permusyawartan Desa (BPD) Desa Suka Menanti Kecamatan Maje ke Kejaksaan Negeri Kaur soal adanya dugaan penyalagunaan anggaran Dana Desa oleh PJS Kades desa setempat, Insfektorat daerah dalam waktu dekat akan turun guna melakukan pemeriksaan terhadap perkara tersebut.

Rencana pemeriksaan dugaan kecurangan dalam penggunaan anggaran DD tahun 2019 tersebut secepatnya akan dilakukan, dan saat ini pihak Insfektorat tengah mempersiapkan tim auditor yang akan terjun kelapangan.

“insyallah secapatnya kita akan melakukan turun untuk melakukan pemeriksaan, saat ini kami masih mempersiapkan tim auditornya, sebab para auditor sedang menyelesaikan audit reguler realisasi dana desa 80%”. Jelas Kepala Insfektorat Three Marnope, Melalui Via Whatsappnya (15/10/2020)

Untuk diketahui, pada hari selasa 14 oktober 2020 tiga orang BPD Desa Sukamenanti mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kaur untuk mempertanyakan tindak lanjut laporan yang pernah mereka sampaikan kepihak kejaksaan, terkait adanya dugaan penyimpangan dalam realisasi Dana Desa tahun anggaran 2019 oleh pejabat sementara kades setempat

Ada beberapa item pekerjaan yang hingga kini belum realisasikan oleh Kepala Desa, dan hal itu telah diakui oleh Kades melalui surat pernyataan yang dibuatnya, dan bersedia menyelesaikan semua permasalahan yang dituntutkan terhadap dirinya.

Dalam surat pernyataan yang dibuatnya, Sahjohan, sebagai kades berjanji akan memenuhi tuntutan BPD untuk menyelesaikan semua item pekerjaan yang belum direalisasikan.

Adapun beberapa item pekerjaan kegiatan Dana Desa 2019 yang diduga belum dillaksanakan.
1.tenda 4 lokal
2.parutan kelapa 2 buah
3 .kompor gas 1 buah
4.lampan 3 buah
5.kursi 100 buah.

Sedangakn untuk kegiatan pembayaran hobor yang belum sempat dibayarkan dan diduga dipotong.

1. Honor guru paud anggaran Dana Desa 2819 sebesar 9000.000 ( dana silpa 2019 untuk direalisasikan ke honor paud 2020).
2.Honor kader teknis atas nama Khairul Rp. 5000.000
3.Honor kader pemberdayaan masyarakat masyarakat desa (KPMD) atas nama Maripah Rp. 3.600.000
4.Honor Bilal Rp. 400.000
5.Honor Khotib Rp. 600.000
6.Honor Guru ngaji Rp. 900.000
7.Honor Lembaga adat kaur tahun 2019 Rp.3000.000.
8.Kekurangan pembayaran biaya perjalanan dinas anggota BPD atas nama fauzan Rp. 1000.000 dan atas nama Yuni Asparia Rp. 200.000. Di kutif dari isi surat pernyataan yang dibuat PJS Kades Suka Menanti.

Dalam surat tersebut ia (kades red) berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi pada tahun anggaran 2020 dan akan meyelesaikan semua kegiatan yang belum terselesaikan.(Iwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *