Direktur RSUD Pringsewu Diminta Bertanggung Jawab Atas Penolakan Pasien dan Akhirnya Meninggal Dunia

Pringsewu, Jejakkasus.info

Tragedi mewarnai RSUD Pringsewu yang terletak di Pekon Ganjaran, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, menyusul kematian seorang pasien kritis, AS (67), yang ditolak perawatannya akibat kekurangan peralatan medis yang vital. Insiden yang terjadi ini menimbulkan kemarahan dan kritik tajam dari keluarga pasien dan masyarakat setempat. minggu 5-5-2024

Menurut Ilham (50), anggota keluarga pasien, kekecewaan terhadap manajemen rumah sakit sudah lama terpendam karena kurangnya peralatan yang memadai. “Keluarga kami sangat dirugikan, dan kini kami harus merelakan kepergian keluarga kami akibat pelayanan yang tidak memenuhi standar dari rumah sakit,” ungkap Ilham dengan nada kesal.

Merespon situasi tersebut, UL (40), seorang staf RSUD Pringsewu, menjelaskan melalui sambungan telepon bahwa rumah sakit tidak secara eksplisit menolak untuk merawat pasien. “Kami tidak menolak pasien, namun kami memang tidak memiliki mesin scanning yang berfungsi. Oleh karena itu, kami menyarankan agar pasien segera dibawa ke fasilitas lain yang memiliki peralatan yang dibutuhkan,” jelas UL.

Situasi ini semakin rumit dengan adanya mesin scanning di RSUD Pringsewu yang sebenarnya ada tapi dalam kondisi rusak. Keterbatasan ini menyoroti masalah serius dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas kesehatan yang dibiayai oleh uang pajak. Komentar tajam dari Mas Teguh di media sosial menangkap rasa frustrasi publik, “Terus beroperasi tanpa memikirkan bahwa rumah sakit ini dibangun menggunakan uang pajak, dan pegawai digaji dengan uang rakyat. Tapi kenapa rakyatnya yang harus menderita?”

Sementara itu, dari sisi internal rumah sakit, seorang sumber yang meminta anonimitas menyampaikan pandangan yang berbeda kepada media, “Kami mengerti kemarahan masyarakat, tetapi kami sebagai pegawai fungsional hanya menjalankan sesuai SOP. Masalah utamanya adalah pada ketersediaan alat penunjang yang tidak memadai. Management rumah sakit yang seharusnya menjelaskan dan mempercepat pelengkapan peralatan yang rusak ini.”

Menanggapi hal ini, keluarga pasien dan masyarakat meminta kepada direktur RSUD Pringsewu Dr. Andi Arman dan pihak manajemen RSUD untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka menyoroti kurangnya peralatan medis yang memadai di rumah sakit tersebut dan menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *