Dpc PDIP Melaporkan Insiden Pembakaran Bendera Kepolres Jombang

by -4 views

Jejakkasus.info | Jombang – Jatim

Dewan pimpinan cabang partai demokrasi Indonesia melaporkan peristiwa atas pembakaran bendera partai pembakaran tersebut dilakukan oleh oknum tertentu ketika lagi orasi menolak RUU haluan ideologi Pancasila dijakarta laporan tersebut diterima oleh polres jombang tanggal 29/06/2020

Dpc PDIP Kabupaten jombang melaporkan insiden pembakaran tersebut kepada polres jombang ada 7 perwakilan dpc PDIP Kabupaten jombang yang lapor kemapolres jombang Jawa timur

Menurut bahana bela benanda laporan tersebut terkait pembakaran bendera oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas pembakaran bendera PDI-P dijakarta,kami memang melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian dalam hal ini polres jombang kepada Wakapolres Kompol Wahyu Pratistha S.I.K laporan tersebut untuk menguatkan penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini karena kami pengurus DPC PDIP tidak akan rela bendera kami dibakar tutur bela disaat jumpa pres diruang sekretariat DPC PDIP jombang

Kami sangat tidak terima atas insiden peristiwa itu hal ini termasuk mencoreng kami sebagai pengurus PDIP karena secara tidak langsung ingin mengadu domba atas pelaku dan oknum oknum yang ingin membubarkan PDIP dan sekaligus akan menjelekan nama PDIP terang bela saat jumpa pers

Bela menambahkan kami tidak terima. Karena kita tahu sejak awal PDI Perjuangan berdiri sendiri, mulai berdirinya PNI 4 Juli 1927, azas marhanisme waktu itu. Dan PDI Perjuangan azasnya Pancasila,” tandas Kader yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Jombang dan Sekretaris DPC PDIP Jombang ini.
ketika Pancasila sudah ditawarkan oleh Bung Karno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 dan sudah final disahkan dan disepakati sebagai Dasar negara. Maka, kami mengganggap Pancasila sebagai Dasar Negara, sudah final, sudah selesai pungkas bela

Dalam menanggapi tentang tragedi pembakaran itu, pihak kami tidak emosional. Akan tetapi, kami akan menempuh jalur hukum, mengingat negara kita negara hukum. Apalagi, katanya, saat ini bangsa kita sedang susah karena dilanda pandemi Covid-19. “Sehingga kami tidak melakukan kegiatan diluar koridor hukum,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan media terkait kekhawatiran sikap kader atas tragedi itu ditingkat gressroot, DPC PDI Perjuangan telah menyikapi dan koordinasi dengan Pengurus Pusat. Pihak DPC PDI-P Jombang telah melakukan rapat koordinasi hingga sampai tingkat PAC (Pengurus Anak Cabang/ Kecamatan), dan menghimbau agar kader tidak melakukan aksi anarkhis yang bisa merugikan PDIP hal ini sesuai penjelasan ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan anjuran kepada semua jajaran DPC se-Indonesia untuk menempuh jalur hukum

Masih bela bahwa saat ini partai PDI-P sedang dilanda persoalan oleh oknum yang memanfaatkan agar PDI-P terpecah belah apa yang disampaikan kader PDIP itu bukan PKI jadi PDI butuh PKI tetapi yang benar adalah PDI duduk PKI karena ada oknum yang menyalahkan penjelasan tersebut akhirnya jadi masalah seokan akan PDI-P yang disalahkan hingga nama besarnya akan jatuh dan akan jelek Dimata masyarakat oleh sebab itulah kami tidak terima kami berharap secepatnya diusut sampai selesai , pembahasan RUU HIP itu tidak akan dilanjutkan karena Presiden Jokowi telah sepakat menunda pembahasan RUU HIP tersebut. Sehingga diharapkan tidak ada lagi ada yang melakukan demo terkait penolakan RUU HIP ucapnya

Kami tegaskan, PDIP tidak butuh PKI, karena jelas azas kita, Partai PDI Perjuangan adalah berazaskan Pancasila,” tukas Bahana Bela Binanda.
Kami berharap pihak polres untuk menindaklanjuti persoalan ini agar bisa aman dan tidak ada insiden kearah anarkis yang bisa merugikan masyarakat pada umumnya apapun yang akan terjadi tetap dilanjut sampai pelaku dihukum agar supaya jera atas pelaku pembakaran tersebut kami berharap untuk pengurus DPC yang ada di Jombang agar tetap tenang dan semoga masalah ini cepat teratasi dan selesai Amin terang bela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *