Dugaan penambangan LIAR Galian C Milik Anggota DPRD Tanggamus

Tanggamus, Jejakkasus.info

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. UUD 1945 Pasal 33 (3).

Pekon umbar, kecamatan kelumbayan pusat disinyalir telah terjadi praktik-praktik penambangan liar yang telah dilakukan bertahun-tahun milik seorang anggota DPRD kabupaten Tanggamus berisinial (AW).

Lahan berhektaran tersebut semulanya milik masyarakat setempat akan tetapi dengan adanya penambangan liar tersebut masyarakat harus merelakan lahan nya dibeli oleh PT mandiri milik seorang anggota DPRD kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan informasinya yang ditemukan di lapangan bahwa penambangan liar tersebut dikelola dengan sangat sistematik, mulai dari humas, kepala pekon dan pemilik PT.mandiri yang kesemua adalah ayah dan adik dari anggota DPRD tanggamus.

Saat tim dilapangkan mengumpulkan data dan fakta akan adanya dugaan tindak pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan no 4 tahun 2009, UU PPLH pasal 60 Jo pasal 104, humas dari PT MANDIRI yang notaben adalah ayah dari anggota DPRD tersebut terkesan menghindar dan enggan memberikan klarifikasi terkait dugaan penambangan liar.

Justru setelah tim melakukan kunjungan owner dari PT mandiri tersebut mencoba menghubungi beberapa rekan anggota DPRD lain nya, yang seakan menandakan kekhawatiran nya atas investigasi Tim dilapangan

Tentunya atas keberanian dan dedikasi jajaran yang mau mengangkat dan mengungkap adanya dugaan tindak pidana oleh oknum DPRD tersebut kami selaku majelis pimpinan cabang sangat mengapreasiasi keberanian rekan rekan yang ada di kecamatan.

Mengingat dalam dugaan penambangan yang tidak memiliki izin tersebut, telah meraup keuntungan ratusan bahkan miliaran rupiah sejak bertahun-tahun lalu, tentunya ini harus jadi perhatian semua pihak, bukan hanya penambangan liar saja dampak berkepanjangan bagi lingkungan dan masyarakat juga tentu akan sangat terasa, sampai sejauh ini dalam penambangan liar pihak PT mandiri mengerahkan sekitar 10 eksapator (alat berat) dan bom dinamit untuk mengeksploitasi kekayaan alam yang ada di bumi Tanggamus, dalam sekali pengiriman sampai dengan menggunakan 3 (tiga) kapal tongkang yang langsung ke peti kemas.

Juga limbah dari adanya praktik tambang tersebut sudah ditumpahkan ke bibir pantai sepanjang ratusan meter, atas banyak fakta dan tekun yang tidak bisa dibantah tersebut, maka kami mendorong dan mendukung agar upaya-upaya hukum bisa dilakukan secepat mungkin oleh aparat penegak hukum di Tanggamus ini, mengingat pelaku dan rekanan sendiri adalah salah seorang pejabat Publik ditanggamus.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *