Dugaan PT. Sinar Baturusa Prima Membuang Limbah di DAS

BANGKA, Jejakkasus.info – Hasil investigasi media Jejakkasus.info dan beberapa media lainnya (Tim Media), ke lokasi yang ditelusuri bersama 2 karyawan PT. Sinar Baturusa Prima Basir dan Tyo serta 2 orang dari jejakkasus.info dan 1 rekan dari media lainnya, Kamis (18/2/2021) siang di Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Karyawan PT Sinar Baturusa Prima Tyo menjelaskan, bahwa telah melakukan pengelolaan limbah dengan baik dan juga kemungkinan terjadi peluapan air, jika terjadi hujan.”Itu bisa saja terjadi jika tempat penampungan limbah ada 13 kolam penampungan, yang setiap kolamnya punya masing-masing fungsi untuk penguraian bakteri,” jelasnya.

Baca Juga:  Respon Cepat Laporan Satpam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pembobol ATM di Ponorogo

Kemudian Tim Media diajak mengelilingi tempat pengolahan dan penampungan limbah. Dan menelusuri aliran limbah yang mengalir di daerah aliran sungai. Akan tetapi di lapangan Tim Media, tidak menemukan titik di mana bukti limbah yang telah didapatkan oleh narasumber Tim Media.

Baca Juga:  Diduga Abdul Ghofur Kepala Desa Way Khilau Korupsi Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 Ratusan Juta 

Menurut informasi dari narasumber  yang enggan untuk disebut namanya, Sabtu (13/2/2021) lalu mengatakan, saat ia hendak mencari ikan, tidak jauh dari Pabrik Tapioka milik PT Sinar Baturusa Prima, ia merasa ikan yang ada di sungai tersebut, banyak yang mati, dan diduga akibat dari pencemaran limbah yang berasal dari Pabrik Tapioka tersebut.

Namun, bukan hanya narasumber saja yang mengeluh, dampak itu juga dirasakan oleh 3 (tiga) desa, yang mana pada saat mau mencari ikan, ekosistem di sungai itu sudah punah, akibat dugaan pencemaran limbah.

Baca Juga:  Dua Pelaku Spesialis Ranmor di 9 Hotel Pekanbaru Dibekuk Polisi

Menurut Andriyadi selaku Kaparwil Bangka Belitung Jejakkasus.info menyatakan, kami hanya diajak berkeliling di sekitaran wilayah pengolahan limbah yang tidak tercemar. Diduga karyawan PT. Sinar Baturusa memasuki wilayah yang berbeda dengan lokasi pencemaran, agar Tim Media tidak mendapatkan bukti yang sesuai real didapatkan, di hari Sabtu, tanggal 13 Februari 2021. (Tim 9 Babel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *