Edy Harianto Sindrang: PLN ULP Tembilahan Jangan Sekehendak Mengambil Kebijakan

Tembilahan l Jejakkasus info – mestinya PLN ULP Tembilahan harus melihat kondisi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir ini, terlebih masalah ekonomi apalagi kita bahkan secara Nasional yang belum lama ini kita dilanda covid-19 yang lalu.

Menurut Edy Sindrang selaku salahseorang anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan kepada awak media, agar PLN ULP Tembilahan jangan sekehendak hati untuk memaksakan warga untuk mewajibkan pelanggan baru untuk membeli token perdana Rp 50.000,- ini sangat tidak mustahil. ungkap Edy Sindrang serius.

Masih menurutnya lagi, bahwa saat ini tingkat perekonomian warga masyarakat mulai dari pelosok desa hingga ke kota,jika Kebijakan PLN Tembilahan melakukan mewajibkan mesti token perdana harus yang Rp 50.000,- berarti PLN sendiri tidak memikirkan kondisi perekonomian masyarakat saat ini, yang belum lama kita dilanda Corona atau covid-19,terangnya lagi.

Maka dari itu Edy Harianto Sindrang juga menekankan jika ini berkelanjutan, kami menunggu surat masuk dari masyarakat, untuk dapat kami memanggil PLN Tembilahan tersebut, tutupnya dengan serius.

Namun mengenai kebijakan Supervisor PA PLN ULP Tembilahan yang seakan mewajibkan pelanggan baru untuk membeli token perdana PB dan PD dengan jumlah minimal Rp 50.000 mendapat kritikan ,dari warga masyarakat, namun kritikan itu barangkali PLN ULP Tembilahan menganggap angin lalu.

Sorotan dari Pemerhati Listrik Inhil, Indra Megi Putra.

Tetapi pejabat Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan yang dibuat tersebut secara teknis tidak ada korelasinya dengan peningkatan penjualan energi listrik.

“Bukankah peningkatan penjualan tenaga listrik selalu berbanding lurus dengan pemakaian tenaga listrik oleh pelanggan.

jika pemakaian energi listrik pelanggan besar maka sudah dipastikan akan mengurangi nilai pulsa token listrik besar juga.

1. Tingkatkan jumlah pelanggan di wilayah ULP PLN Tembilahan, data dan segera lakukan evaluasi daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN baik di dusun-dusun, parit-parit dan daerah yang memang ada potensi pelanggan. Maka, segera lakukan pembangunan jaringan listrik di daerah tersebut.

2. Tingkatkan kualitas pelayanan dan keandalan jaringan distribusi listrik sampai ke pelanggan-pelanggan.

3. Selalu monitor, evaluasi dan analisa daerah-daerah yg membutuhkan dan berpotensi ada pelanggan PLN.

4. Permudah akses baik secara prosedur maupun birokrasi dalam penyambungan baru dan hal-hal lain yang berhubungan dengan peningkatan penjualan energi listrik, Dalam hal ini para Biro2 Instalatir Listrik dan atau cangkoker.

Ke empat,4 hal di atas, PLN ULP Tembilahan mau melakukannya, maka kita meyakini dan optimis seluruh wilayah Inhil akan diterangi listrik PLN dan penjualan energi listrik meningkat.

Dan perlu Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya bahwa Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan dalam pernyataannya informasi elektronik yang beredar menyampaikan “Dalam rangka peningkatan penjualan tenaga listrik, maka disampaikan pada bulan November sampai Desember 2022, token perdana minimal adalah Rp 50.000 per pelanggan.”

Hingga berita ini di terbitkan, awak media kupaskasus.com belum menerima klarifikasi langsung dari pihak PLN ULP Tembilahan. (Marbun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *