Festival Kironggo 2025, Momentum Meneguhkan Jati Diri dan Merawat Sejarah Bondowoso

BONDOWOSO, I Jejakkasus. Info – Festival Kironggo 2025 kembali digelar dengan penuh kemeriahan dan sarat makna sejarah di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso, Jumat (05/12/2025) malam.

Rangkaian kegiatan budaya, mulai dari pertunjukan seni hingga drama kolosal sejarah Bondowoso, disajikan untuk menguatkan identitas dan karakter masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa Festival Kironggo bukan hanya ajang hiburan, melainkan ruang penting untuk meneguhkan jati diri masyarakat Bondowoso. Menurutnya, festival ini menjadi pengingat atas perjalanan panjang daerah yang terekam dalam Babad Bondowoso, sejak masa awal pembentukan hingga perkembangan Bondowoso saat ini.

Baca Juga:  Polres Tabanan Bersama Kodim 1619 Intensifkan Patroli Gabungan Jelang Pergantian Tahun 2026

Bupati menjelaskan bahwa sosok Ki Ronggo, tokoh pembabat wilayah Bondowoso, merupakan figur sentral yang menghadirkan nilai-nilai keberanian dalam menata pemerintahan, membangun tatanan sosial, dan menciptakan masyarakat yang rukun, religius, serta berdaya. Nilai-nilai tersebut, tegasnya, tetap relevan dan menjadi fondasi dalam pembangunan Bondowoso modern.

“Festival Kironggo adalah ruang untuk merefleksikan kembali warisan sejarah yang ditinggalkan para pendahulu. Kita harus terus menghidupkan nilai-nilai itu di tengah masyarakat masa kini,” ujarnya.

Baca Juga:  Lulus Ujian Teori dan Praktik, Polres Jombang Beri SIM Gratis Kepada 7 Pelajar

Selain meneguhkan sejarah panjang Babad Bondowoso, festival ini juga menjadi momentum untuk mengenang Tragedi Gerbong Maut 23 November 1947, peristiwa kelam yang masih membekas dalam memori kolektif masyarakat Bondowoso. Peristiwa yang menewaskan puluhan pejuang kemerdekaan itu, kata Bupati, merupakan pengingat akan kekejaman penjajah sekaligus keteguhan para pejuang dalam mempertahankan martabat bangsa.

“Semangat para pejuang itu kini menjadi bagian dari jati diri Bondowoso,” tuturnya.

Baca Juga:  Polsek Dentim Bersama Pecalang Amankan Ibadah Natal 2025 dan HUT ke-22 Gereja Eleos

Bupati menegaskan bahwa dari dua momentum besar Babad Bondowoso dan Tragedi Gerbong Maut masyarakat dituntut untuk terus merawat nilai perjuangan, pengorbanan, dan persatuan demi kelangsungan pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Festival Kironggo sebagai sarana memahami dan meneruskan nilai-nilai luhur para pendahulu.

“Dengan semangat sejarah dan budaya, masyarakat Bondowoso dapat terus membangun daerah yang berkah, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi jati diri lokal,” pungkasnya. (Yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *