Jejakkasus.info | Jombang -Jatim
– Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti pusat Kota Jombang pada Kamis pagi, 12 Februari 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) sukses menggelar tradisi “Grebeg Apem” dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H.
Dengan mengusung tema “Meraih Berkah, Tingkatkan Taqwa, Menjadi Generasi Berkarakter Islami”, kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 3.000 siswa yang berasal dari jenjang SD, MI, hingga MTs dan SMP ikut meramaikan kirab grebeg apem di kabupaten Jombang
Rute kirab dimulai (start) dari depan Kantor Pemkab Jombang dan berakhir (finish) di Alun-Alun Jombang. Sepanjang perjalanan, para siswa tampak antusias membawa gunungan apem yang dihias sedemikian rupa. Kue apem sendiri dipilih bukan tanpa alasan; secara filosofis, “Apem” berasal dari bahasa Arab Afwan yang berarti permohonan maaf, simbol persiapan diri menyucikan hati sebelum memasuki bulan puasa.
Kirab grebeg apem di berangkatkan oleh sekdakab Agus Purnomo di halaman Pemkab Jombang ribuan siswa meramaikan kirab grebeg apem menandai untuk menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H , sebanyak 17 tumpeng apem berkeliling mulai pemkab sampai alun alun Jombang
Bupati Jombang, H. Warsubi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya penanaman karakter.
Melalui Grebeg Apem ini, kita ingin anak-anak kita, generasi muda Jombang, memahami akar budayanya sekaligus memperkuat jati diri islami mereka. Saya berharap momentum ini menjadi titik awal bagi kita semua untuk meningkatkan ketaqwaan dan saling memaafkan sebelum menjalankan ibadah puasa,” ujar Warsubi.
Beliau juga menambahkan harapannya agar Jombang terus menjadi daerah yang religius dan harmonis, di mana nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Senada dengan Bupati, Kepala DKPP Jombang, Bambang Sriyadi menjelaskan bahwa keterlibatan ribuan siswa ini bertujuan untuk menciptakan kenangan positif terhadap hari besar Islam.
Kami ingin menyambut Ramadan dengan penuh sukacita. Sebanyak 3.000 siswa ini adalah representasi masa depan Jombang. Dengan melibatkan mereka, kita menanamkan rasa bangga terhadap tradisi Islam yang santun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan,” ucapnya
Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian kue apem kepada masyarakat yang memadati area Alun-Alun, sebagai simbol keberkahan yang dibagi rata kepada seluruh warga.
(Aan jk)
