Ganti Rugi Belum Terbayar, Sulemi Pasang Gorong gorong di Jalan.

by -175 views

 

Banyuwangi |Jejakkasus.info – Merasa belum mendapatkan ganti rugi sesuai yang di ajukan, Sulemi 50 tahun warga Dusun Silirsari rt 3 rw 2 Desa Kesilir Kecamatan Siliragung memasang gorong gorong di jalan.

Di temui di rumahnya pada rabu 9 januari terkait ganti rugi tanah miliknya yang masuk proyek pelebaran jalan untuk PT.BSI Sulemi mengatakan “Waktu itu saya bilang sama yang bikin proposal namanya P.Seger bagaimana dengan ganti rugi tanah saya yang di jadikan jalan?dia menjawab katanya kalau di lihat dari kondisi ganti rugi yang pantas itu Rp 1.000.000/meter(satu juta rupiah/meter), saya juga mengiyakan, bahkan sebelum proposal di kirim ke PT. BSI oleh Pokmas saya juga sempat menanyakan kembali pada P.Seger selaku yang membuat proposal dan Pak Jamil selaku Ketua Pokmas bagaimana dengan peemintaan ganti rugi tanah saya?mereka menjawab kalau semuanya sudah tercakup dalam proposal tersebut” jelas Sulemi. “Sebelum proyek berjalan diadakan pengukuran yang di hadiri oleh semua pihak, dan di ukur tanah saya yang terkena pelebaran jalan seluas 9,5 meter, terus di bulatkan jadi 10 meter. Kalau luasnya 10 meter sesuai permintaan saya harusnya saya menerima ganti rugi sebesar Rp 10.000.000(sepuluh juta rupiah)” imbuh Sulemi.

Namun setelah pelebaran jalan selesai Sulemi tak kunjung menerima ganti rugi, beliau berinisiatif untuk menanyakan ke Pokmas, setelah di tanyakan baru Bendahara Pokmas Khoirul Anam memberikan uang sebesar Rp 1.000.000(satu juta rupiah). Dari situlah Sulemi merasa kecewa, dan memasang gorong gorong di area pelebaran jalan yang memakan tanah miliknya.

Sementara itu PT.BSI melalui Kepala Security mendatangi Sulemi dan menanyakan maksut dan tujuan Sulemi memasang gorong gorong di area pelebaran jalan. Mendapat komplain Sulemi pun menjawab “Masalah tanah ini belum selesai, nanti kalau urusanya selesai gorong gorongnya akan saya tarik ke tepi lagi” ungkap Sulemi.

Perihal nominal dana yang telah di cairkan oleh PT.BSI kepada Pokmas berkaitan dengan ganti rugi tanah dan pembangunan drainase Sulemi menjelaskan “Setahu saya yang cair tahap pertama Rp 35.000.000 (tigapuluh lima juta rupiah), dan tahap kedua Rp.50.000.000(limapuluh juta rupiah), dan itu katanya ganti rugi saya sudah tercakup di situ. Terus kok sampai saat ini saya cuma mendapat Rp.1000.000 (satujuta rupiah), saya tidak menuntut yang macam macam, saya cuma menuntut hak saya” papar Sulemi.

Di konfirmasi di rumahnya Ketua Pokmas Jamil mengatakan “Setahu saya tidak ada kesepakatan ganti rugi Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) /meter, soalnya itukan memang masuk wilayah Bina marga, setelah di ukur tanah Sulemi itu memang ada yang masuk wilayah Bina marga,

jadi ganti rugi Rp 1000.000 (satu juta rupiah) itu hanya atas dasar kemanusiaan karena bertepatan Sulemi yang terkena pelebaran jalan. Jadi dari awal tidak ada kesepakatan ganti rugi Rp 1.000.000 (satujuta rupiah)/meter” jelas Jamil.

Menyikapi ganti rugi yang belum jelas ini istri Sulemi yaitu Katminah mengatakan kalau beliau juga sudah pernah menelpon pihak PT.BSI. “Saya sempat telpon namanya P.Agus atau siapa saya lupa, waktu itu pihak PT.BSI menjelaskan kalau mereka tidak tahu menahu masalah ganti rugi yang belum saya dapatkan selaku pemilik tanah, yang mereka tekankan bahwa mereka sudah membayar sesuai pengajuan proposal yaitu sekitar Rp 85.000.000(delapan puluh lima juta rupiah).”pungkas Katminah

Perihal ganti rugi ini terus menimbulkan polemik, Sulemi berharap segera ada titik temu dan haknya segera di berikan. Sampai berita ini di buat Kades Kesilir selaku pemegang jabatan dan pemangku kebijakan belum sempat di konfirmasi.(Tim JK Bwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *