Gawat Dept Collector Ngaku dari Polisi Rampas Mobil di Tengah Jalan

Sidoarjo | jejakkasus.info – Lima debt collector dilaporkan oleh debitur bernama Ardi Santoso (45) warga dusun Pilang, Desa Wangunrejo ke Unit Reskrim Polres Lamongan atas kasus penarikan unit mobil kredit dengan modus mengaku sebagai anggota polisi.

Oknum debt collector leasing yang mengaku dari anggota Polisi ini telah merampas unit kendaraan kredit seorang nasabah di jalanan Lamongan.

Mirisnya, nasabah tersebut lalu ditinggal begitu saja di Kabupaten Gresik.

Kepada media ini, Ardi mengaku mobilnya diambil paksa di tengah jalan, pada Jumat (17/05/2204) siang.

Ardi menceritakan ketika dirinya sedang berkendara sendirian dengan mobil Honda Brio tahun 2021 warna abu-abu Nopol S-1547-EO di jalanan Kecamatan Turi, Lamongan.

Kemudian, sekitar 5 orang tidak dikenal (OTK) menghadangnya menggunakan mobil dan memaksa Ardi menghentikan kendaraannya sambil berteriak

“Minggir kamu bajingan,” ujar Ardi menirukan ucapan sang dept collector kasar.

Tak lama kemudian saat Ardi menepi, kendaraannya sudah dikepung oleh 2 mobil dari depan dan belakang.

Dari masing-masing mobil penghadang tersebut turun 2 orang menghampiri Ardi dan mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Jatim.

“Kaos saya sempat ditarik, saya bertanya ‘Ada masalah apa’ mereka menjawab ‘Aku teko polda wes jelasno Pak RUDI ndek kantor ae (saya dari polda sudah nanti dijelaskan pak Rudi di kantor saja),” kata Ardi, Senin,(3/6/2024).

Ardi mengungkapkan sempat menanyakan surat perintah penangkapannya kepada para OTK tersebut. Namun mereka malah menyeret Ardi keluar mobil dan mencabut kontak mobilnya.

“Saat keluar mobil saya di tarik 2 orang kemudian dipindah ke kursi bagian belakang mobil saya, trus diapit oleh 2 orang tersebut,” beber Ardi.

Ardi menuturkan, saat di dalam mobil, hendak menelepon keluarganya, namun ponselnya dirampas juga. Ardi mengaku terus-terusan dituduh sebagai penjahat.

“Kemudian salah satu dari mereka menghubungi seseorang sambil mengatakan ‘Orang Pesakitan sudah saya bawa’ setelah menelpon, KTP saya diminta,” ungkapnya.

Bukannya ke Mapolda Jatim, Ardi malah diajak berputar di wilayah Gresik sampai akhirnya pukul 15.30 WIB diturunkan di kantor sebuah leasing MPM Jl. Kartini Kecamatan Kebomas, Gresik.

Ardi kemudian diajak masuk kantor Leasing MPM tersebut untuk menghadap seseorang Laki-laki yang disebut bernama Rudi.

“Saya disuruh tanda tangan di surat yang belum sempat saya baca. Saya mencoba kembali meminta Handphone dan KTP saya supaya saya bisa menghubungi keluarga namun tidak dikasihkan,” terang Ardi.

Ardi akhirnya mendapatkan ponsel dan KTP-nya kembali diantar oleh ojek online setelah rombongan oknum debt collector pergi dan membawa serta mobil Ardi entah kemana.(Nit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *