H AFRIZAL:  Bangunan Gedung Balai Nikah KUA-Tanah Merah, Menggunakan Cerucuk Berukuran 8 Cm

Pekanbaru l Jejakkasus.info – Kesimpang siuran pemberitaan tentang pembangunan Proyek Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Merah masih tahap awal pelaksanaan pembangunan dan belum bisa dikatakan proyek tersebut bermasalah karnah baru tahap awal.

Yang mana proyek tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari alokasi anggaran Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN) dengan nilai anggaran mencapai Rp. 1,056,597,506,- tahun 2022 selesai pada 20 November 2022,jadi tidak tepat kalau proyek tersebut bermasalah seperti yang di langsir dimedia,karna masa pelaksanaannya masih tergolong,baru mulai,serta habisnya masa kontrak pelaksanaanya masih cukup lama.

“Namun menurut H.Afrizal selaku kasi bidang madrasah ketika dikonfirmasi lewat telp,14/07/2022/,menjelaskan,bahwa apa yang telah di beritakan teman- teman media tersebut sangat membantu kami,namun semestinya harus terlebih dululah dikonfirmasi kepada kita selaku pengawas yang membidangi proyek tersebut.artinya bukan kita tidak berterima kasih ,tetapi berita tersebut menjastis langsung kepada pihak kami serta kepihak rekanan.

Maka dari itu,H.Afrizal juga mengatakan ukuran cerucuk harus berukuran sesuai petunjuk yaitu sekitar 8,cm,jika kurang dari situ kita tidak setujui,dan yang sudah sempat di dirikan kita suruh di cabut ulang,jelas afrizal.

“Masih juga menurut Afrizal,disamping itu juga sedangkan pencairan uang muka aja pun belum cair,karna masih baru sedang berjalan kegiatannya,jadi Afrizal juga berharap kepada rekan- rekan media mohon bersabar karna pelaksanaan proyek tersebut masih berjalan dan belum habis masa kontranya.ungkap Afrizal serius.(Marbun)

Sementara berita yang sudah dilangsir seperti ini..?

Dari hasil Investigasi Jejakkasus info menjelaskan bahwa proyek fisik pembangunan kantor kua Tanah Merah kuat dugaan bermasalah dalam pelaksanaanya.11/7/2022.

”Di lokasi pembangunana,”Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Urusan Agama sekita jam 7:30 pagi Rabu 13/7/2922 saat awak media melakukan wawancara dengan salah seorang yang bernama ANDI mengaku pengawas dari CV. ABG MASTER KONSULTAN menjelaskan,kayu Corocok yang akan digunakan dengan ukuran 8 melimeter hingga 12 melimeter tau dengan bolangan 4 inci dengan panjang 6 meter.

Lanjutnya :kayu bakau yang di gunakan sebagai Corocoksebagai pondasi yang sudah berdiri tegak akan tetap di masukan kedalam tanah sebagai penahan podasi bangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji.

Afrijal selaku PPK, ” mengatankan saat dikonfirmasi melalui via ponsel milik pribadinya,”corocok harus berukuran 4 inci atau 8 sampai 12 mm panjangnya sekita 6 meter bukan berukuran kecil dan pendek, ”tegasnya.

“Lanjutnya, ” Uangnya belum saya serahkan, karna saya ingin melihat pelaksanaanya seperti apa .
Saat melakukan konfirmasi secara langsung bersama Abdullahi di ruangan polsek Tanah Merah didepan Kapolsek.
Abdulahi sebagai rekanan pelaksana CV. CAHAYA KARIA TEHNIS dalam pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Tanah Merah.mengatakan, “kayu bakau yang sudah terpasang tegak berdiri bukan di gunakan untuk cororcok pondasi awal,itu pekerja saya salah pasang dan akan saya ganti dengan cerocok yang sesuai ukuranya. Jelas Abdulahi di ruangan polsek tanah Merah di hadapan kapolsek Tanah Merah.

Mu’i H Harun M.Pdi Selakau ka menag Indragiri Hilir juga menyampaikan, ” Kemarin memang ada kayu bakau yang tidak di Terima karena kecil, kalau kayu bakau tidak cukup ukuran jangan di terima, tegas Ka menak kepada Afrizal selaku PPk nya.

Namun anehnya sampai saat ini hingga berita di terbitkan, kayu bakau yang di gunakan sebagai corocok pondasi awal pembangunan Kantor KUA Tanah Merah belum diganti seperti apa yang telah disampaikan Abdulahi dihadapan kapolsek Tanah Merah ,terkesan pembangunan tetap akan diteruskan.

” Di harapkan kepada Kejaksaan Negri (kajari) inhi maupun Kejaksaan Tinggi (kajati) Provinsi Riau mengambil sikap tindakan tegas, Kepada rekanan pemenang tender yaitu CV. Cahaya Kariya Tehnik selaku Kontraktor Pelaksana dan rekanan CV.ABG Master konsultan agar lebih serius .

”Proyek yang menggunakan dana SBSN itu sangat sensitif. Jika sekali ada kesalahan maka risikonya sangat besar, Kabupaten Indragiri Hilir nantinya secara totalitas dikenai sangsi bahkan tidak diberikan jatah SBSN untuk proyek-proyek di tahun-tahun berikutnya, efek dari satu kali kesalahan saja.

Sementara itu pihak rekanan pemenang tender Pembangunan Gedung KUA tersebut, CV. Cahaya Kariya Tehnik diminta lebih serius dalam melakukan pelaksaan pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik haji kecamatan Tanah Merah kabupaten Inhil.

Marbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *