Hak Jawab : Karutan Akhmad Sobirin Bantah dan Luruskan Informasi dugaan Pungli di Rutan Kelas II B Kota Agung.

oleh -387 views

Tanggamus | Jejakkasus.info J Kepala Rutan Kota Agung Akhmad Sobirin memberikan hak jawab atas pemberitaan di dua media online diantaranya https://mediasaberpungli.com dan https://jejakkasus.info berjudul “Diduga Lakukan Pungli Kepada Napi Melibatkan KUPT Rutan Kelas II.B Tanggamus”.

Menurut Akhmad Sobirin, hal itu sesuai dengan hasil klarifikasi dengan memanggil sejumlah pihak terkait yang disebut dalam materi pemberitaan diantaranya J.M. Prameswari (Kasubsi Yantah Rutan Kotaagung), Hadis, MHS., Asmuni, Warga Binaan Pemasarakatan (WBP) An. Abdi Khairul Umam bin Bambang dan Rina Dewi selaku Ibu Kandung Abdi Khairul Umam bin Bambang yang dilaksanakan di Rumah Tahanan Kelas II.B Kotaagung.

“Pertemuan dan klarifikasi tersebut dilaksanakan pada Minggu tanggal 21 Februari 2021 pukul 14.30 WIB didapatkan kesimpulan bahwa isi pemberitaan tersebut tidak benar,” kata Akhmad Sobirin.

Akhmad Sobirin menjelaskan, setelah dilaksanakan klarifikasi dan dengar pendapat dari pihak-pihak yang tercantum dalam pemberitaan dapat dijelaskan kronologis sebagai berikut :

PERTAMA; Bahwa WBP an. Abdi Khairul Umam Bin Bambang melalui Sdri. Rina Dewi selaku Ibu Kandungnya dan Sdr. Hadis MHS memohon untuk dapat mengajukan program asimilasi di rumah kepada Rutan Kotaagung melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan J.M Prameswari dengan mengiming-imingi sebesar 20 juta rupiah.

KEDUA; Sesuai Permenkumham No. 32 Tahun 2020 bahwa permohonan asimilasi dirumah dan iming-iming tersebut ditolak oleh pihak Rutan Kotaagung melalui JM Prameswari dikarenakan WBP. Abdi Khairul Umam Bin Bambang berstatus residivis dalam perkara Narkoba.

KETIGA; Bahwasannya Pihak Rutan Kotaagung telah menjelaskan kepada WBP an. Abdi Khairul Umam, Sdr. Hadis dan Ibu Rina Dewi bahwa WBP tersebut hanya memenuhi syarat untuk diusulkan program Pembebasan Bersyarat.

KEEMPAT; Pada tanggal 12 Februari 2021, sdr. Hadis mengkonfirmasi informasi dari pihak keluarga via telpon bahwa J.M Prameswari meminta 1 unit laptop sebagai kompensasi terkait pelaksanaan asimilasi dirumah, yang dibantah dan ditolak oleh J.M Prameswari.

KELIMA; Pada tanggal 15 Februari 2021, sdr. Hadis datang ke rumah JM Prameswari dengan maksud menyerahkan 1 unit laptop, atas permintaan ibu Rina Dewi namun tidak bertemu JM. Prameswari, kemudian Laptop tersebut dibawa pulang kembali oleh sdr. Hadis.

KEENAM; Bahwa WBP an. Abdi Khairul Umam telah diusulkan proses Pembebasan Bersyarat sesuai sidang TPP tanggal 17 Februari 2021.

KETUJUH; Bahwasannya WBP. Abdi Khoirul Umam mendapat tekanan dari pihak perusahaan tempatnya bekerja terkait masalah pekerjaan sehingga membuat yang bersangkutan melakukan upaya-upaya untuk bebas lebih cepat dari ketentuan yang berlaku.

KEDELAPAN; Setelah dilakukan klarifikasi terungkap bahwa WBP an. Abdi Khoirul Umam bin Bambang dan Ibu Kandungnya yakni Ibu Rina Dewi ternyata menerima janji /informasi pembebasan lebih cepat dari ketentuan yakni setelah sidang TPP adalah dari Sdr. Asmuni bukan dari Pihak Rutan Kotaagung

KESEMBILAN; Sdr. Asmuni memberikan informasi kepada ibu Rina Dewi selaku ibu Kandung WBP Abdi Khoirul Umam tanpa ada klarifikasi terkait kebenaran informasi tersebut ke Pihak Rutan Kotaagung sebelumnya.

Atas hasil pertemuan tersebut, dengan ini merupakan klarifikasi dan meluruskan terkait pemberitaan media online terkait pemberitaan tersebut dalam dua link tersebut.

“Dari hasil klarifikasi pihak-pihak yang ada dalam pemberitaan bersama pimpinan Rutan Kota Agung pada Minggu, 21 Februari 2021 di Rutan Kotaagung, kami tegasnya bahwa berita tersebut merupakan kesalahpahaman yang dikuatkan dengan surat pernyataan bersama dan surat pernyataan terkait pemegang unit laptop dimaksud.

“Demikian klarifikasi Kepala Rutan Kota Agung disampaikan agar masyarakat mendapat informasi yang berimbang.” Tandasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *