Heboooh,…! Seorang Warga Gebangan kecamatan Kapongan Situbondo Diduga Punya llmu Santet,

by -235 views

Lakukan Sumpah Pocong.

Situbondo | Jejakkasus.info – Heboh, ribuan warga memadati Masjid di depan Balai Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo sontak jadi perhatian. Lantaran hanya untuk menyaksikan seorang warga yang akan melakukan sumpah Al Qur’an diduga punya ilmu santet. Kamis, (10/09/2020). Warga yang berani melakukan sumpah Al-Qur’an dan diketahui bernama Ngatimin (60) tersebut dilatarbelakangi dugaan memiliki ilmu hitam atau santet.
Kepala Desa Gebangan, Joko mengatakan, salah satu warganya yang melakukan sumpah Al-Qur’an itu berawal atas pernyataan atau omongannya sendiri yang diduga telah menyebutkan bahwa, “Siapa yang mengambil semangka saya (Ngatimin), maka perutnya akan kembung dan akan mati”, katanya.
Joko menjelaskan, “Berawal dari itulah yang membuat resah masyarakat sampai warga Dusun Krajan RT 01 RW 02 banyak yang menuntut dia (Ngatimin) untuk melakukan sumpah Al-Qur’an”.
Berdasarkan berbagai pertimbangan atas tuntutan warga tersebut, akhirnya Kepala Desa Gebangan mencoba untuk memfasilitasinya yakni menemui dan berkoordinasi dengan Ngatimin di rumahnya.
Joko menambahkan, “Saya memfasilitasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak ingin tuduhan santet itu berakibat hingga terjadi kasus pembunuhan pada tahun 1997 dan peristiwa pengrusakan rumah yang terjadi tahun 2003, 2009 dan tahun 2010 terulang lagi”.
“Dan di masa periode saya, tentunya ingin Desa Gebangan ini aman dan kondusif tidak terjadi masalah apa-apa, aman seaman-amannya. Dalam upayanya memfasilitasi tuntutan warga, pada Minggu pertama pukul 11 malam menemui Ngatimin untuk berkordinasi soal tuduhan dan tuntutan warga”, imbuhnya.
Menurutnya, “Tetapi sampai pada Minggu berikutnya atau Minggu kedua, belum juga ada tanggapan dari dia (Ngatimin). Kemudian pada malam Selasa, kembali mendatangi rumah Ngatimin. Tapi saat itu tidak ketemu dengan dia (Ngatimin) karena dia sedang ke luar kota”, beber Joko.
Dalam klarifikasi tersebut, Ngatimin berani bersumpah atas nama Al-Qur’an kalau dirinya tidak memiliki ilmu hitam atau santet.
Ketika proses sumpah Al-Qur’an yang dipimpin oleh seorang tokoh agama dan disaksikan oleh masyarakat Gebangan, tampak hadir jajaran Muspika Kapongan, anggota kepolisian dan TNI serta disaksikan oleh ribuan masyarakat.
Dalam proses sumpah tersebut diawali pembacaan Syahadat dan Al-Quran. Selanjutnya Ngatimin mengatakan dalam sumpahnya: “Demi Allah saya Ngatimin tidak memiliki ilmu jelek ilmu sihir dan tidak memiliki niat jelek kepada siapapun. Jika saya berbohong maka saya siap menerima balasannya dari Allah Swt”.
Pantuan Media Jejakkasus saat dilokasi, setelah proses sumpah Al-Qur’an, ribuan masyarakat yang hadir membubarkan diri dengan tertib dan keadaan kondusif.”(Hosni)”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *