Hiruk Pikuk Tim Pengurus Bola Voli Bengkulu

Jejakkasus.info | Bengkulu – Baru-baru ini telah gelar Pekan Olah Raga Pelajar tahun 2022 oleh pihak Dinas Pemuda Olah Raga Provinsi Bengkulu dan berjalan sukses Tim POPDA Kota Bengkulu menjadi juara umum dengan mengumpulkan medali paling banyak untuk Provinsi Bengkulu ini yang menjadikan semangat para pelajar untuk semakin rajin berolah raga demi meraih prestasi ke event-event berikutnya.

Tetapi ternyata di balik keberhasil para atlet Bola Voli Bengkulu menyimpan sedikit persoalan yang dirasakan dan diperhatikan oleh para pemerhati olah raga khususnya bola voli Bengkulu dilihat dari susunan tim manajer serta tim pelatih baik putra dan putri terkesan didominasi oleh pengurus PBVSI Provinsi Bengkulu Hal ini bisa dilihat dari Surat Perintah Tugas nomor 800.1685/Dispora/B.V/2022 tanggal 18 Juli 2022 yang ditandatangani oleh Kadispora Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman. S.Ag.MM.

Menurut sumber saat berbincang kepada wartawan jejakkasus.info mengatakan mengapa pelatih harus pengurus PBVSI sementara Tim pelatih sebelumnya yang sudah membawa keberhasilan untuk tim pemain malah di sia- sia kan “itu yang saya sangat tidak sependapat”,ujarnya

Pengurus itu bukan untuk melatih tapi pelindung atau melindungi dan jika mau jadi pelatih kenapa tidak melatih selama ini,harusnya Kepala Dinas Dispora Provinsi Bengkulu harus memahami hal ini jangan terpengaruh dengan hasutan dan omongan pengurus tetapi dengar juga keluh kesah tim pemandu Bakat yang melatih para atlet hingga bisa menjadi seperti sekarang ini,ujarnya dengan nada kesal

Seharusnya pengurus PBVSI sadar dan menyadari jika apa yang sudah mereka lakukan mengambil hak orang lain yang akhirnya membuat kacau kalau begini terus pola dan manajemen dalam pembinaan atlet-atlet di Bengkulu ini sementara Dewan pengurusnya sendiri tidak saling rangkul.

Apa iya mereka harus begitu Itu pertanyaan banyak orang yang hobi bola voli di Bengkulu sedangkan selama pengurus tersebut menjabat belum ada event-even turnamen yang dibuat yang menjadi kalender tetap PBVSI Provinsi Bengkulu seperti Amir Hamzah misalnya yang memang membidangi wasit akan tetapi malah ditunjuk sebagai pelatih tim putri,ucapnya kesal

Sementara yang saya ketahui Selama saya menjadi atlet voli dan sudah pensiun mereka itulah pengurus dan setahu saya belum ada kemajuan yang mereka tunjukkan.”ujar sumber yang merupakan mantan atlet voli Bengkulu ini memberikan pendapat perihal yang terjadi saat ini.

Harusnya Kadispora selaku Pembina program olah raga jangan ikut mengamini apa yang menjadi kehendak pengurus selaku Kepala dinas dalam hal ini harus memposisikan dirinya netral bukan malah menambah masalah yang terjadi di perbola volian di provinsi Bengkulu ini. Ujarnya mengakhiri. (HI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *