HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawy : Pengusaha Tambang Galian Mengadakan Sayembara Berhadiah 

Situbondo | Jejakkasus.info -, Khalilur R Abdullah Sahlawy pengusaha muda asal dusun soka’an Desa Tribungan Kecamatan Mangaran kembali angkat bicara saat melakukan jumpa Pers yang kedua kalinya di Warung Bakso Prasmanan milik Pengacara kondang Situbondo Supriyono SH. terkait banyaknya temuan yang ditengarai dengan adanya tindak pidana korupsi di kabupaten Situbondo, terkait dana penanggulangan Bencana alam tahun 2020 dan penanggulan BTT, yang belum disalurkan oleh pemerintah Daerah terkait dana tersebut Selasa 6/9/2022.

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawy yang akrab di panggil Haji Lilur mengatakan jika dirinya merasa sedih , bahkan menangis bila melihat kondisi Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang sampai saat belum ada perubahan yang Signifikan” Imbuhnya”.

Dampak akibat Korupsi dana Penanggulangan Bencana dan BTT tersebut sang pengusaha tambang mengadakan SAIMBARA di pertemua sore barang siapa yang data tentang Perbup penanggulangan benca alam dan penanggulan BTT, mau diberi hadiah atau imbalan uang sebesar seratus juta (100.000.000), sampai Dua ratus lima puluh juta, bagi siapapun itu orangnya H.Lilur siap membayar paling lama 2 jam hadiah akan diserahkan kepada yang memberi data, dan itu sebagai bahan saya untuk melaporkan kasus tersebut kepada Kepolisian atau Kejaksaan Negeri Situbondo.

” Saya ini juga pengusaha tambang, baik di Kabupaten Situbondo dan di luar Jawa, bahkan saya mempunyai usaha tambang batu bara. Jadi saya berani mengatakan jika di Kabupaten Situbondo para pengusaha tambang yang ada tidak mempunyai KTT, dan tidak pernah melaporkan Rencana Kerja Dan Anggaran Biaya ( RKAB ) nya “, tegasnya”.

Haji Lilur pemilik PT Trisula Matahari Bumi dan juga pendiri Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Keadilan Sosial Seluruh Rakyat Indonesia ( LBH GKS Basra ) telah melakukan pengaduan ke mapolres Situbondo adanya tindak pidana pengrusakan lingkungan yang di lakukan oleh penambang ilegal. Selain itu H.Lilur sudah melaporkan sebelas perkara yang dilaporkan kepada Mapolres Situbondo dan satu ke Kejaksaan Negeri Situbondo.

Kedepannya, lanjut H. Lilur,….. saya bersama LBH GKS Basra akan terus melakukan pemantauan pada seluruh kegiatan penambangan di Kabupaten Situbondo, bila masih banyak yang belum memiliki ijin lengkap dan terjadi kerusakan lingkungan, maka kami akan melakukan pengaduan dan pelaporan, ” Pungkasnya”. ( Hsn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *