Hutan Betro petak 12f Desa Sukoreno, Prigen, Jadi Pasar Dadakan” Beberapa Pedagang Tidak Memiliki PKS

oleh -15 views

Prigen-Pasuruan | Jejakkasus.info

Pasar dadakan di kawasan hutan betro petak 12f patut di pertanyakan terkait surat teguran perhutani KRPH betro tentang aturan PKL (pedagang kaki lima) di kawasan hutan betro petak 12f Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

Setiap hari minggu di sepanjang jalan kawasan Hutan menjadi tempat wisata atau pasar dadakan yang menjadi tempat orang dari luar daerah sehinggah mengakibatkan berkerumunya masa, Pedagang yang jualan di area antara lain, Pedagang berjualan makanan, pakaian, sepatu dan lain-lain.

Pada hari minggu 11 april 2021 tim jejakkasus.info mencoba menggali informasi tersebut untuk menanyakan terkait surat teguran dari perhutani tentang PKS ke beberapa pedagang rata rata tidak mempunyai surat PKS dengan Perhut salah satu pedagang yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, saya tidak punya PKS mas dan apa PKS itu saya tidak tau saya jual disini sudah ijin ke mandor hutan ini sehingga berani jualan di kawasan hutan ini tutur pedagang, padahal jelas tertulis dalam surat teguran perhutani.

Dalam keterangan surat, semua pedagang harus memiliki/ mempunyai PKS dengan perhutani kalau tidak semua kegiatan harus di hentikan menindak lanjuti surat teguran perhut ASPER KPH penanggungan bpk agung mengatakan akan saya prentah anggota kami untuk pasang papan peringata atau larangan di kawasan hutan betro petak 12f jawab pak agung sambil ngos ngosan terkesan bingung jawab pertanyaan dan berusaha mengalihkan pembicaraan selain melaggar surat reguran perhutani aktifitas tersebut juga melanggar surat edaran bupati pasuruan yang melarang kerumanan atau medatangkan masa yang melibat kan orang banya kegiatan juga melanggar PROKES (protikol kesehatan) karena masih banyak pengunjung pedagan yang tidak menakai masker mengingat surat tembusan yang di tujukan ke
1,asper penanggungan
2,polsek prigen
3,koramil prigen
Mohon kiranya ada tindakan dari muspika termasuk kadez sukoreno kec prigen dan LMDH subur makmur karena kegiatan tersebut selain melanggar juga mengakibatkan jalan menjadi macet

*mohex sakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *