Insiden Pencurian Korban Meninggal Di  TKP Desa Sidoarjo Kecamatan Way Panji Keluarga Lapor Ke polres Lamsel

Lampung Selatan, Jejakkasus. Info

KALIANDA — Ita Risnawati, istri korban pengeroyokan yang mengakibatkan suaminya (dd) meninggal karena pukulan suatu benda tumpul di bagian kepala sehingga menyebabkan suaminya meninggal, resmi membuka laporan kepolres lampung selatan pada jum’at 04/11/2022.

Laporan bernomor LP/B/1178/Xl/2022/SPKT/polres lampung selatan tersebut merupakan buntut atas insiden pengeroyokan yang terjadi di Desa Sidoarjo kecamatan Way Panji tersebut beberapa waktu lalu yang mengakibatkan (dd) meningal di rumh sakit bob bazar dan di sertai pembakaran satu unit sepeda motor oleh warga.

Ketika dihubungi Media Jejakkasus, Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra membenarkan bahwa pihak keluarga korban telah membuat laporan di Polres Lamsel.

“Di perkirakan jam 10 pagi pihak keluarga melaporkan ke polres mas. Karena tadi saya keTKP guna bertanya langsung dengan masyarakat, saya tadi kan cek tkp disana ternyata masyarakat disana seperti nya emosi nya sudah tidak terbendung karena si pelaku ini sudah empat kali melakukan nya.l,”kata kasat reskrim.

Dia menjelaskan mesin yang diambil para pelaku merupakan bantuan dari pemerintah untuk mengairi puluhan hektar sawah milik warga setempat.

“Jadi satu mesin itu bisa untuk mengairi 20 hektar sawah, itu ada 10 mesin hilang semua jadi tidak berpungsi, jadi kemungkinan besar masyarakat sana untuk menggarap sawah di bulan Desember mungkin tidak ada air dari beberapa kampung itu hilangnya bertahap sebernarnya yang di ambil itu seperti kabel tembaga, aki, dan dinamo,”urai AKP Hendra.

Kata kasat Reskrim, pelaku melakukan aksinya pukul 19 wib dan kembali beraksi pukul 21 wib. Aksi pelaku yang kedua kalinya di ketahui oleh warga.

“Pelaku melakukan aksinya dari sore dari jam 19 wib ngambil lagi jam 21 wib karena diliat oleh warga, Sg sudah mengingatkan kepada DD motor sudah banyak benar yang datang, ayo kita kabur menurut keterangan pelaku (sg)menyampaikan kepada (dd) di bantu kepala desa sempat untuk tidak menyentuh korban akan tetapi kepala desa datang ke TKP kami sudah di pukulin,”jelas kasat reskrim.

“Karna ini sudah ada laporan dari pihak korban tetap kita Terima dan kembangkan, karena mesin ini. Milik negara yang sudah membiayai milliyaran harganya mencapai Rp 800.000 juta an komplit untuk pengairan yang sangat di butuhkan warga.
Saat ini sedang kita kembang kan dan kita dalami karna pelaku (sg) kita tarik ke polres,”lanjut kasat reskrim.

Sementara, Ita istri korban saat di wawancarai media ini mengatakan bahwa ia tidak terima atas apa yang telah mejimpa suaminya. saya selaku istri (dd) tidak terima dengan musibah yang menimpa suami saya sehingga membuatnya meninggal dunia. Walaupun dia salah akan tetapi kesalahanya itu tidak seimbang dengan nyawanya yang hilang,”ucapnya.

Dengan wajah yang sedih dan menangis sambil menggendong anaknya yang masih balita, Ita berharap kepada pihak penegak hukum polres lampung selatan bisa memberikan keadilan pada kasus yang menimpa almarhum suaminya tersebut. “Saya berharap kepada penegak hukum bisa memberikan kepada kami,”ucapnya.

Kemuadian, Supriyadi merupakan paman korban juga selaku sekretaris GML DPK kecamatan Sragi meminta aparat penegak hukum agar secepatnya mengungkap kasus ini.

“Saya selaku paman dari korban dan sekaligus sekertaris dari ormas GML.meminta kepada penegak hukum khususnya polres lampung selatan secepatnya bisa mengungkap kasus ini,”pintanya.

“istri korban(dd) sudah resmi membuka laporan ke polres lampung selatan laporan sudah masuk jadi kita serahkan ke pihak penegak hukum atau kepolisian untuk menangani kasus ini. Saya minta kepada anak-anak untuk bersabar mudah-mudahan semua ini cepat di ungkap dan di proses dengan sesuai undang-undang yang berlaku,” tutupnya (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *