Jajaran Polda Jabar berhasil ungkap pabrik mi basah berformalin

by -276 views

Polda Jabar Ungkap Mi Berformalin di Cianjur.

www.jejakkasus.info | Polda Jabar -, Jumat 14 Desember 2018 – Polda Jabar Alhasil Ungkap Mi Berformalin di Cianjur.

Jajaran Polda Jabar berhasil ungkap pabrik mi basah berformalin, diduga mengandung bahan kimia berbahaya, di Kampung Gelar, Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat yang sudah beroperasi sejak tiga bulan yang lalu, hasilnya dijual di wilayah Cianjur dan sekitarnya.‬

‪Kini pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan petugas.‬

Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur menggerebek tempat pembuatan mi yang diduga mengandung formalin dan borak di Kampung Gelar, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Kasat Reserse Narkoba Polres Cianjur AKP Indra Sani menjelaskan, informasi adanya pabrik rumahan yang memproduksi mi mengandung formalin dan borak ini didapatkan petugas pada Senin (10/12/2018), dari warga Desa Pamoyanan.

Pengungkapan pabrik rumahan mi basah yang diduga mengandung formalin ini berawal dari keresahan masyarakat yang mencium bau menyengat dari limbah hasil pembuatan mi yang dibuang ke sungai.

Masyarakat sekitar kemudian melaporkan temuan tersebut ke petugas piket Polres Cianjur karena mengganggu lingkungan.

Berbekal informasi tersebut, esoknya, Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengecekan ke lokasi pembuatan mi basah mengandung formalin.

Diketahui, pemilik pabrik rumahan tersebut berinisial DLH (47). Menurut Indra, DLH ini sebelumnya pernah ditangkap petugas Mapolda Jabar dalam kasus serupa.

“Dulu pernah ditangkap Polda Jabar dalam kasus yang sama, dia diperiksa dan diamankan, bahkan perkaranya pun lanjut,” katanya.

Saat itu, lokasi pabrik pembuatan mi yang diduga berformalin berbeda lokasi, namun tidak jauh dari lokasi pabrik rumahan yang saat ini digerebek Satnarkoba Polres Cianjur.

Kini, dengan laporan yang serupa dari masyarakat, petugas kembali mengamankan DLH beserta satu orang pekerja dan barang yang diduga bahan kimia ke Satres Narkoba Polres Cianjur untuk kepentingan pendalaman.

“Anggota mengamankan pemilik dan pekerja serta barang-barang yang berkaitan dengan produksi berikut bahan kimia dan mi yang diduga mengandung formalin dan borak,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, DLH mengakui bahwa mi yang diproduksinya saat ini masih menggunakan formalin.

Padahal, pada penangkapan pertama, polisi dengan tegas melarang memproduksi mi dengan bahan formalin, borak, dan bahan campuran kimia lainnya.

Polisi belum menahan DLH lantaran harus membuktikan terlebih dahulu melalui uji lab mi basah yang diduga berformalin dan borak itu.

“Mi yang ada kami uji lab. Jika dalam beberapa minggu hasilnya keluar dan terbukti mi menggunakan formalin dan borak, kami akan tangkap,” katanya.

Menurut Indra, industri rumahan mi ini, berdasarkan izin lingkungan sudah beroperasi selama tiga bulan.

“Tapi menurut masyarakat sudah setahunan beroperasi,” ujarnya.

Adapun mie tersebut diedarkan ke pasar-pasar di wilayah Depok dan Cianjur.

“Depok ini penerima barang paling besar, kemudian ke pasar Jebrot dan dan Pasar Ramayana Cianjur,” tuturnya.

Tak tanggung-tanggung, dalam satu hari DLH mampu memproduksi mi hingga satu ton.

“Satu hari produksinya satu ton, cukup besar memang,” ujar Indra.

Tonton Videonya : Polda Jabar Alhasil Ungkap Mi Berformalin di Cianjur.

Dari pabrik rumahan yang memproduksi mi basah: Petugas Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 2 kantong mi basah, 1 jeriken bahan yang diduga formalin, 1 kantong pewarna makanan, 1 kantong air garam, 1 karung yang diduga bahan tawas, 2 karung tepung tapioka, 2 alat kompresor, dan 1 set timbangan duduk.

Sumber: Humas Polda Jawa Barat.
Publikasi: Erdan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *