Jajaran Polsek Sragi Bekuk Pelaku Persetubuhan Anak dibawah Umur di Desa Sumbersari

Lampung Selatan, Jejakkasus.Info SRAGI, — Polsek Sragi berhasil mengamankan pelaku persetubuhan anak dibawah umur di Desa Sumbersari Kecamatab Sragi Lampung Selatan pada minggu 7 november 2022 sekira pukul 21.00wib.

Pelaku bernama Bono sarono bin Tamadi yang merupakan warga desa sumbersari sragi tersebut ditangkap polisi dikediamannya.

Menurut informasi dari pihak Polsek Sragi, kejadian persetubahan terhadap pelajar SD tersebut terjadi pada akhir bulan oktober 2022 lalu.

“Awalnya pelaku mencari rumput dibelakang rumah saudari Maryamah, lalu pelaku masuk kedalam rumah melalui pintu belakang, setelah pelaku masuk melihat korban sedang menonton televisi dan pelaku memaksa korban untuk masuk kedalam kamar dan memaksa maksa korban untuk melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan,”kata kapolsek sragi, IPTU Zuhd. S.Sos.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, pelaku mengancam korban untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun.

Karena merasa sakit akibat kejadian naas yang menimpanya, pelajar SD ini pun menceritakan kejadian yang dia alami kepada kerabat dekat.

Usai mendengar cerita dari korban, maryamah yang merupakan nenek korban lantas melaporkan perbuatan pelaku ke mapolsek sragi.

Berdasarkan laporan warga tersebut unit Reskrim Polsek Sragi dipimpin Kapolsek Sragi IPTU ZUHD, S.Sos berserta Kanit Reskrim Bripka Noviansyah dan empat anggota lainya melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku, kemudian pelaku berhasil diamankan. Saat ini sudah di limpahkan ke polres lampung Selatan.

“Setelah dilakukan introgasi pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban,”jelas kapolsek.

Selain pelaku, Polsek Sragi juga telah mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) potong kaos berwarna pink bertuliskan Burberry, 1 (satu) potong celana panjang piyama berwarna pink, 1 (satu) celana dalam berwarna kuning bermotif bunga bertuliskan hello Kitty, 1 (satu) potong celana pendek berwarna abu-abu.

Untuk mempertanggungbjawabkan perbuatan tercela pelaku di jerat dengan pasal 81 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan kedua Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 6 huruf b Undang-Undang Republik Indonesia nomer 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan hukuman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).(joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *