Jalan Rusak Jadi Penghambat Wisata dan Perikanan di Wonosobo Tanggamus

TANGGAMUS — jejakkasus.info

Kondisi jalan poros Desa Karanganyar menuju kawasan Sowmil, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, kian memprihatinkan.

Kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa sentuhan pembangunan membuat warga semakin geram dan kecewa.

Pantauan di lapangan pada Jumat (2/1/2026), jalan poros desa tersebut dipenuhi lubang dalam, permukaan jalan hancur, serta kontur yang terjal dan membahayakan pengguna jalan.

Ironisnya, jalur ini merupakan akses utama menuju Pantai Sowmil, destinasi wisata yang ramai dikunjungi saat musim liburan.

Supriadi, warga Kalirejo, mengaku kecewa setiap kali melintasi jalan tersebut.

Baca Juga:  Kakon Bulok Terimakasih Pemkab Tanggamus

Ia mengatakan, minat wisatawan kerap pupus akibat akses jalan yang rusak parah.

“Setiap hari libur saya sering ke Pantai Sowmil, tapi sayangnya jalan masuknya rusak parah, berlubang dan sangat tidak nyaman,” keluh Supriadi.

Keluhan serupa disampaikan Topari warga Desa Karanganyar.

Dia menilai kondisi jalan poros tersebut sudah berada pada level membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah dan pengguna kendaraan roda dua.

“Warga Sowmil kalau mau ke Karanganyar atau ke Wonosobo harus lewat jalan terjal dan berlubang. Salah sedikit bisa terjebak lubang dalam dan terjatuh,” tegas Topari.

Baca Juga:  Bupati Nias hadiri Pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Botomuzoi

Lebih menyedihkan lagi, kata Sholihin, anak-anak sekolah kerap menjadi korban kerusakan jalan tersebut.

“Tidak sedikit anak sekolah yang jatuh karena lubang jalan. Baju mereka basah, kotor, bahkan ada yang luka,” ungkapnya.

Warga menilai pembiaran jalan rusak ini sebagai bentuk lemahnya respon pemerintah dan dinas terkait.

Mereka mendesak agar pembangunan segera dilakukan tanpa alasan yang berlarut-larut.

Selain sebagai jalur wisata, jalan poros Karanganyar–Sowmil juga menjadi akses vital bagi warga Umbul Kalong yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Baca Juga:  Pemdes Air Pesi Seberang Musi Adakan Kegiatan Padat Karya Tunai Berjalan Lancar

Banyak warga mengelola tambak udang, nila, dan bandeng. Saat musim panen, distribusi hasil tambak menjadi terhambat akibat buruknya kondisi jalan.

“Kalau panen, tengkulak sering mengeluh. Jalan rusak jadi alasan harga ditekan karena akses keluar sangat sulit,” keluhnya.

Masyarakat berharap pemerintah desa dan juga pemerintah daerah serta dinas terkait tidak lagi menutup mata.

Perbaikan jalan dinilai mendesak demi keselamatan, kelancaran ekonomi warga, serta mendukung potensi wisata Pantai Sowmil yang selama ini terhambat akibat infrastruktur yang terbengkalai.

(Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *