Kabid Dinsos Angkat Bicara Soal CV. ARJUNA JAYA ABADI Diduga Menuai Banyak Kendala Pengiriman Barang

by -93 views
Jejakkasus.info | Pringsewu- Lampung
Saat tim media konfirmasi kepada Kabid Dinsos, Drs. Maskur selaku kabid Dinsos menyampaikan kepada awak media terhadap supplier CV.AJA, mengingatkan terutama agar domisili sesuai dengan  lingkupnya atau wilayahnya.
Memang benar hasil rapat dengan Tikor Tim Koordinasi Bansos, Dinsos selaku sekertaris tikor, mewajibkan salah satu,prioritas putra daerah kabupaten Pringsewu untuk mengembangkan dan memperdayakan kearifan lokal untuk supplier atau pemasok,tentunya tidak mengesampingkan persyaratan teknis, sperti syarat syarat perusahaan CV atau PT yg betul-betul sesuai dengan ketentuan,syarat lainnya membuat kesepakatan membuat Muiu ksepakatan dengan e-warung agar memenuhi item-item pemesanan dengan pedum yg sesuai dengan yg telah di sepakati”ujarnya”.
menanggapi pemberitaan sebelumnya ada hal-hal yg kurang sesuai pendistribusian,maka dalam waktu dekat ini kami akan segera evaluasi ke lapangan.
Kepala Penerima Manfaat(KPM) di Tiga Kecamatan Mengeluhkan CV. Arjuna Jaya Mandiri Menuai Banyak Kendala Pengiriman Barang.
Informasi dari TKSK kecamatan yang tidak mau disebutkan namanya bahwa tidak mungkin TKSK itu tidak mendapatkan fee dari Supplier pasti meraka dapat dari bagi hasil keuntungan “terangnya”.
Senin 14-09-2020, Bejan selaku TKSK kecamatan Sukoharjo saat dikonfirmasi saya tidak mendapatkan fee tapi kami mendapatkan bunus sama dengan TKSK kecamatan Banyumas Adi Susanto sama pak sama seperti pak Bejan hanya mendapatkan bunus dari supplier CV. Arjuna Jaya Abadi dari Lampung Tengah menaungi tiga kecamatan Sukoharjo, Banyumas, Adiluwih.
E-warung kakap satu Aminah melayani tiga Pekon kurang lebih 400 KPM pemesanan barang e-warung ke pendamping melalui WhatsApp dari Pendamping di teruskan ke supplier dengan rincian beras 15kg, telur 10 butir, kacang hijau 0.5 kg, Kentang 1kg ini kami hanya mendapatkan fee 6000 dari keuntungan supplier “kalau mau ditambah ya gak apa-apa, dan kami selaku e-warung tidak mengetahui harga komoditi yang di belanjakan oleh supplier kami hanya terima barang saja, kami melakukan kontrak dengan CV.AJA dari Lampung Tengah setiap tiga bulan sekali dan untuk pemesanan barang kami harus transfer dulu baru barang dikirim “Ujarnya”.
Kepala Penerima Manfaat(KPM) Sukoharjo di konfirmasi yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan kepada awak media bahwa kendala kami adalah kami selalu telat di bandingkan Kecamatan lain sudah ada pembagian program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tapi untuk di Kecamatan Sukoharjo sampai sekarang belum ada informasi, kapan akan dibagi melaui e-warung,di karenakan pengiriman yang lambat dan tidak bersamaan. Bisa sampai seminggu, apabila untuk minggu ini beras, minggu brikutnya kentang, dan kmudian telur “Ucapnya”.
(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *