Kadsperindag Jombang Lakukan Tera Timbangan Pedagang di Bulaga

Jejakkasus.info l Jombang – Petugas Bidang Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan tera ulang timbangan milik pedagang di acara Bulaga (Bupati dan Wakil Bupati Melayani Warga) Kabupaten Jombang, Selasa (11/10/22). Tera timbangan yang dilakukan setahun sekali tersebut dilakukan guna melindungi konsumen agar mendapatkan hasil penimbangan yang akurat sesuai takaran.

Hari Utomo Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jombang mengatakan Dalam acara Bulaga Kabupaten Jombang dilaksanakan 4 kali dalam 1 bulan dilaksanakan di Kecamatan Ngoro, Ploso, Diwek dan Sumobito. Dalam bulaga kali ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan sesuai yang disampaikan Mendagri yang inovasi pelayanan masyarakat yaitu Tera sebagai alat ukur yang digunakan masyarakat buat transaksi jual beli.

“Dalam acara bulaga 2 hari di wilayah kecamatan Ploso kami menerjunkan tim metrologi untuk melakukan Tera timbangan para pedagang, baik itu timbangan digital, neraca pegas, timbangan manual, timbangan gantung, timbangan duduk, timbangan Dacin dll”, terangnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melindungi konsumen, agar para pedagang tertib ukur. Mengingat, dengan tera ulang ini alat ukur atau timbangan yang digunakan dalam transaksi jual beli dipastikan terjaga keakuratannya, tutur Kepala Disperindag kabupaten Jombang.

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pengecekan dan tera ulang alat ukur timbangan para pedagang. Tera ulang dilakukan untuk memperbaiki dan memastikan kembali keakuratan timbangan setelah pemakaian kurang lebih satu tahun”, tutur Kadisperindag

Kabid Metrologi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, Syafruddin menyampaikan, kegiatan ini juga dilakukan untuk melindungi konsumen dari para pedagang yang melakukan kecurangan dengan memodifikasi alat timbangnya dan bisa dikenakan sanksi Pidana.

Menurutnya, tera ulang timbangan idealnya dilakukan satu kali dalam setahun. Ia juga mengingatkan kepada para pedagang untuk aktif melakukan tera ulang timbangan agar tidak ada yang dirugikan dalam transaksi jual beli antara pembeli dan pedagang.

“Dari hasil pengecekan tidak ada kecurangan dari pedagang, hanya saja memang ada alat ukur yang tidak sesuai, tetapi bukan dari kecurangan pedagang melainkan disebabkan oleh kurangnya perawatan timbangan sehingga bisa mengakibatkan perubahan akurasi timbangan,” ujarnya.

Monica, Bagian Penera terampil mengunkapkan Tahapan pengecekan timbangan pertama kali wajib Tera, Para Pedagang membawa timbangan tempat kita melakukan pelayanan di acara Bulaga ini.

“Setelah didaftar kita cek dengan standar kita punya anak timbangan standar mulai dari 1 kg sampai 100 kilo kalau yang sekarang ini nanti dicek Apakah timbangan menunjukkan angka yang sama, misalkan anak timbangan kita timbal kita 10 kg nanti timbangan pedagang juga menunjukkan harus 10 kilo”, jelasnya.

Lanjut Monica menjelaskan, kalau Sudah malaui tahap-tahapannya ada 1 kilo 5 kilo 10 kilo sampai maksimal kalau sudah kita kasih stiker dan cap tanda neraca itu kalau tahun ini 2022 angkanya juga 22.

Dalam kurun Waktu Januari-oktober 2022 sudah melakukan Tera sebanyak 1150 lebih timbangan dan Timbangan yang wajib di Tera yaitu timbangan yang digunakan untuk perdagangan, jual beli niaga itu wajib di Tera dan di Tera ulang seperti Timbangan meja atau cuman kodok, timbangan dacin, timbangan elektronik, timbangan emas dll itu wajib ditera sesuai undang undang nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal, terangnya. (Aan jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *