Kapolres Empat Lawang Terkesan Tak Bersahabat dengan Wartawan

Empat Lawang, Sumatera Selatan l Jejakkasus.info – Kapolres Empat Lawang AKBP Patria Yuda Rahadian, SIK, MIK, sangat sulit untuk ditemui, kami wartawan Starindonews.com bersama Jejakkasus.info mencoba meminta waktu untuk bertemu beliau, dalam rangka ingin meminta stetmen tentang beberapa proyek yang diduga akan merugikan keuangan negara, serta konfirmasi tentang penangkapan judi sabung ayam di Jaragan, tetapi tidak dilayani, Rabu (29/12/2021).

Terdapat 51 unit motor yang ikut diamankan yang tidak dijadikan sebagai barang bukti (tidak ada kepastian hukum 51 unit motor yang diamankan di TKP sabung ayam Jaragan).

Tersangka judi sabung ayam di Jaragan, diduga tidak ada satu unitpun barang bukti motor yang diserahkan oleh Polres Empat Lawang ke Kejaksaan Empat Lawang, sebagai barang bukti.

Yang ada 5 tersangka dengan 4 berkas dengan katogori, 3 berkas tersangka UU Darurat 1951 (Sajam).

Untuk 303 satu berkas, 2 tersangka yaitu, satu tersangka pemilik lahan, satu tersangka yang memegang ayam.

“Sekali lagi, kami tegaskan, tidak ada barang bukti motor di Kejaksaan,” ujar Jaksa Empat Lawang, kepada kami wartawan jejakkasus. info bersama starindonews.com saat dikonfirmasi.

Penangkapan membawa senjata tajam setiap razia pada malam hari, sangat membuat masyarakat takut untuk beraktifitas di malam hari.

Dikarenakan membawa senjata tajam takut ditangkap polisi, tidak membawa senjata tajam takut begal.

Timbul pertanyaan, apakah Kapolres Empat Lawang, bisa menjamin kesalamatan kami, tidak semua yang membawa senjata tajam itu untuk melakukan tindak kejahatan, misalnya, untuk jaga jaga diri dari begal dikarnakan Empat Lawang ini, terkenal begal.

Begalnya sadis, kecuali orang-orang residivis pernah ditangkap melakukan kejahatan.

“Tolong lah pak Kapolres dipilah-pilah tentang sajam,” ujar masyarakat yang kami wawancarai, dan namanya kami rahasiakan dikarnakan rasa takut dengan Kapolres Empat Lawang.

Begitu juga dengan Satpol PP Desa, dilarang membawa senjata tajam, baik itu sangkur.”Padahal adanya Pol PP Desa, cukup menjamin rasa aman masyarakat Empat Lawang (Pam swakarsa bentukan pemerintah Kabupaten Empat Lawang),” ujar beberapa Pol PP Desa dengan awak media.

Bayaknya masyarakat yang mengeluh tentang kepengurusan surat tilang, yang syaratnya harus membayar lunas pajak kendaraan yang belum di bayar.

Syarat terasa sangat berat, dikarnakan keadaan ekonomi yang tidak mampu.

“Apa lagi di kondisi saat ini yang lagi serba susah, ditambah kondisi sekarang Covid-19,” ujar beberapa masyarakat yang mengurus kendaraanya yang terkena razia.

“Kami masyarakat berharap, ke Bapak Kapolres Empat Lawang, agar dapat memberikan kebijakan, seperti memberikan waktu dengan surat perjanjian untuk membayar pajak tersebut. Pak Kapolres kendaraan itu adalah alat kami untuk mencari nafkah, makan aja susah, apa lagi untuk membayar pajak pak,” ujarnya.

Beberapa anggota yang berbincang-bincang dengan kami di kantin Polres mengatakan, jangankan masyarakat biasa, keluarga anggota pun tak bisa dibantu dengan istilah kami MERAH PUTIH. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *