Kecamatan Simpangkatis Diganjar Penghargaan, Roy Buktikan SDMnya Unggul

Simpangkatis l Jejakkasus.info – Berpartisipasi dalam Innovative Goverment Award 2020, Kecamatan Simpangkatis diganjar Penghargaan oleh Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry rahman di akhir tahun 2021.

Selain diganjar penghargaan, Profil Kecamatan Simpangkatis di bukukan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian Dalam Negri RI bersama 22 Kecamatan berprestasi lainnya se Indonesia dengan judul Pelayanan Terpadu dan Invoasi di Kecamatan.

Camat Simpangkatis, Roy Haris berterimkasih kepada Bupati Bateng dan Kementrian Dalam Negri RI yang telah memberikan penghargaan, dalam bentuk piagam dan buku.

“Piagam dari Bupati ini merupakan suatu prestasi bagi kami. Kemudian dalam buku berjudul Pelayanan Terpadu dan Inovasi di Kecamatan, alhamdulillah profil Kecamatan Simpangkatis rillis di halaman 2 setelah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat oleh Kemendagri,” ujar Roy Haris, Rabu (29/12/2021).

Roy menyebut Sub Judul halaman Kecamatan Simpangkatis dalam Buku tersebut, yakni Jamban Arum dan Narak Dusun. Singkatnya, pihaknya selama ini terus berinovasi dengan membangun Jamban se Kecamatan Simpangkatis sembari menyambangi masyarakat dengan memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung.

“Alhamdulillah, sekarang dengan rutinnya kita turun kelapangan membuat masyarakat kita peduli terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Kemudian Pola Hidup Berih Sehat (PHBS) dengan terbangunnya banyak jamban di dalam rumah, membuat warga Kecamatan Simpangkatis terhindar dari potensi penyakit tifus dan lain-lain bersumber dari lingkungan kurang bersih,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan Kecamatan Simpangkatis bisa menjadi perpanjangan
tangan dari Kabupaten Bateng Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam melayani masyarakat secara paripurna, sehingga
masyarakat lebih mudah berurusan dengan Pemerintahan.

“Meningkatnya investasi bermuara untuk kemakmuran masyarakat di Kecamatan
Simpangkatis. Kami ingin menjadikan kecamatan Simpangkatis sebagai pilot project percontohan dalam hal pelayanan kepada masyarakat baik perizinan dan non
perizinan,” ujarnya.

Tak ketinggalan, ia ingin menghapus stigma yang menganggap bahwa Sumber Daya Manusia yang ditempatkan di Kecamatan adalah sumber daya buangan.

Padahal kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat bahkan harus berbanding terbalik.

“Dengan adanya pengharagaan ini, membuat kita semua yang ada di Kecamatan membuka mata bahwa SDM di Kecamatan adalah unggul dan siap berkompetensi di segala bidang,” pungkas Roy. (RN/Tim Sembilan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *