Keluarga Korban KM Tanjung Permai Asal Cirebon, Belum Dapat Santunan

oleh -19 views

Cirebon l Jejakkasus.info – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban Madsani, asal Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya Putra sulungnya bernama Anto (20) diduga menjadi salah satu korban peristiwa kecelakaan kapal tenggelam, saat ia bekerja di KM. Tanjung Permai, di pantai Ngapak Doyong, Jawa Timur, pada tanggal,  25 Oktober 2020, silam.

Secara keseluruhan menurut Madsani, ada 11 Anak Buah Kapal (ABK), yang menjadi korban.

Satu diantaranya dikabarkan selamat.

Namun, 10 orang ABK termasuk anaknya dikabarkan hingga saat ini, masih belum ditemukan mayatnya.

“Diduga sudah meninggal dunia,” ucap Madsani, sambil meneteskan air mata haru,  saat ditemui di kediamanya, Rabu (9/6/2021).

Lanjutnya Madsani, selama kejadian tersebut, ia sudah mengirim data pribadi keluarga ke pihak KM Tanjung Permai.

“Katanya, untuk pengurusan jenazah dan santunan,” kata Madsani.

Namun, hingga detik ini, belum ada yang memberi kabar berita.

“Entah kenapa,” keluh Madsani.

Menurut Madsani, anaknya berangkat bekerja di KM tersebut, dengan secara resmi.

“Tapi hingga detik ini, belum ada itikad baik dari pihak KM Tanjung Permai, untuk datang kekediamanya,” tukas Madsani.

Madsani berharap, ada bantuan santunan Asuransi Kecelakaan Kerja (AKK), untuk anaknya Anto, yang hingga kini masih belum diketemukan jasadnya.

“Padahal saya sebagai keluarga korban, sudah ikhlas, mungkin ini sudah takdir, dan sudah mengadakan doa tahlilan, untuk anak saya, dengan biaya menjual motor untuk biaya tahlilan 7 hari dan 40 hari,” jelas Madsani, dengan nada rendah, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir Angkot. (Caswila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.