Keluarga Pondasi Awal Terbentuknya Karakter

Bandarlampung, Jejakkasus.info

Character Building memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang. Proses pembentukan karakter, baik disadari maupun tidak, akan mempengaruhi cara individu tersebut memandang diri dan lingkungannya, dan hal itu akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari.

Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting. lembaga formal, informal (keluarga), maupun nonformal (pengajian) memiliki pengaruh dan dampak terhadap karakter dan peserta didik baik disengaja maupun tidak.

Sementara keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seorang individu untuk tumbuh dan berkembang, dari keluarga nilai-nilai awal karakter individu itu ditentukan.

Dalam rangka mengakomodir kebutuhan tersebut, proses pembelajaran, di Lazuardi Haura Global Compassionate yang berlokasi di Jl. Imba Kusuma Kel. Sumur Putri Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung, bersama Bunda Shita Dharmasari, M.H. M.Kes selaku ketua Yayasan Dr. Soebyan yang juga menaungi sekolah PraTK, TK, SD dan SMP dan Siswa -Siswi kelas VIII berkolaborasi dan bersinergi mendiskusikan pembelajaran membangun Karakter (Character Building). Rabu 12 Oktober 2022

Diawal diskusi Bunda Shita mengatakan keluarga adalah pondasi awal terbentuknya karakter.
“Jika orang tua mendidik dan membimbing anaknya dengan baik, akhlak dan karakter anak pun akan baik. Sebaliknya, karakter anak akan buruk jika akhlaknya tidak di didik dengan baik. Kenyataan ini menjadi entry point untuk menyatakan bahwa lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pendidikan moral dan pembentukan karakter” katanya.

Dalam pembelajaran bunda Shita memperkenalkan secara komperehensif kepada siswa-siswi visi dan misi yang digaungkan sekolah Lazuardi Haura Global Compassionate “Masyarakat berbudi luhur, berlandaskan kebajikan, Welasasih dan Kebahagiaan. Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.
“dengan berlandaskan visi misi dan core value lazuardi yaitu Welasasih maka akan menemukan peta karakter yang terangkum dalam lazuardi 20 Character (Compassionate, Altruism, Fraternity, Having Self Control, Cleanliness, Just And Fair, Broadmindedness, Istqamah, Husnuzhaon, No Envy, Respect, Prudence, Joyful, Containment, Modesty, Couregeoeus, Optimistic, Gratefulpatience, Trustworthy, Patience) yang sekaligus menjadi nilai karakter yang harus dimiliki lazuardians.” Terangnya.

Nilai yang terkandung pada karakter Profil Pelajar Pancasila tak luput dari pembahasan pada saat pembelajaran yang memiliki nilai karakter yang mendalam. Beriman bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, yang tercermin dalam akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, kepada alam dan akhlak bernegara. Berkeanekaan global.
“dangan adanya pembelajaran ini diharapan para pelajar dapat mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya dan selalu berfikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Sehingga dapat menumbuhkan rasa saling menghargai dan tidak menutup kemungkinan terbentuknya budaya baru yang bernilai positif yang tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.” Imbuhnya.

Dengan melakukan kegiatan secara kolaborasi dan sinergi. Bernalar kritis yang secara objektif dapat memproses informasi baik kualitas maupun kuantitas, membangun, menganalisis, mengevaluasi dan menyimpulkan informasi.
“Kreatif dengan menghasilkan karya dan tindakan gagasan yang orisinal. Mandiri, tanggungjawab atas proses dan hasil belajar dengan elemen kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.” Tutup Bunda Shita (Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *