Kepala Pekon Sinar Jawa Angkat Bicara Terkait Oknum Kadus Melakukan Pungli Kepada Warganya

Tanggamus, Jejakkasus.info

Adanya pemberitaan terkait oknum Kadus pekon sinar Jawa kecamatan air NANINGAN kabupaten Tanggamus beberapa hari yang lalu melakukan pungutan liar terhadap keluarga penerima manfaat program keluarga harapan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat Minggu 30-10-2022

Kepala Pekon Sinar Jawa saat di konfirmasi melalui telepon selulernya memberikan tanggapan bahwa saya selaku kepala pekon akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum kadus saya yang sudah membuat saya malu, memang pernah ada perwakilan dari warga saya menyampaikan kepada saya tapi saat ini belum saya ambil tindakan karena kami masih sibuk dengan kegiatan TMMD yang masih berjalan setelah kegiatan TMMD ini selesai langsung saya rapatkan dengan aparatur pekon bersama dengan BHP untuk melakukan penjaringan kadus atas keinginan Warga saya, Terangnya

Berita sebelumnya, Dugaan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum kepala dusun pekon Sinar Jawa kecamatan Air Naningan Tanggamus terhadap keluarga penerima manfaat program keluarga harapan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

“Masyarakat kalau mau dapat bantuan harus memberikan sejumlah uang kepada Kepala dusun tersebut, namun setelah bantuan keluar penerima manfaat masih dipotong tidak diberikan semuanya,” ungkap seorang warga kepada awak media

Ditambahkannya masyarakat sebenarnya sudah pernah mengadukan masalah tersebut, namun malah ditakut-takuti dan diintimidasi.

“Sekarang masyarakat pada intinya meminta kepala dusun tersebut untuk mengundurkan diri atau akan kami laporkan ke aparat penegak hukum,” tambahnya.

Sementara kepala pekon Sinar Jawa kecamatan Air Naningan Tanggamus, Misno saat dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan pihaknya sangat menyesalkan masalah dugaan pungutan liar di pekonnya.

“Saya sangat menyesalkan, kita sudah wanti-wanti untuk tidak melakukan pemotongan bantuan. Harapan kedepan tidak ada lagi tindakan seperti itu, karena perbuatan tersebut sungguh sangat memalukan,” ujarnya. (Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *